Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengunjung TWSL Mulai Ramai Lagi, Empat Bulan Capai Segini

Jawanto Arifin • Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:23 WIB
WISATA MURAH: Pengunjung yang terlihat di Taman Studi Wisata Lingkungan Kota Probolinggo beberapa waktu lalu. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
WISATA MURAH: Pengunjung yang terlihat di Taman Studi Wisata Lingkungan Kota Probolinggo beberapa waktu lalu. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
MAYANGAN, Radar Bromo - Melonggarnya pembatasan kegiatan di masyarakat oleh pemerintah, ikut berdampak terhadap kunjungan wisata. Termasuk di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) di Kota Probolinggo. Tempat ini kian ramai dikunjungi. Selama lima bulan, jumlah pengunjung di aset wisata yang dikelola Pemkot Probolinggo itu sudah 27.616 orang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Rahma Deta Antariksa mengungkapkan, dari Januari sampai Mei, ada 27.616 pengunjung. Sementara, pada Februari ada 5574 pengunjung dan Maret ada 5043 pengunjung. Lalu, pada April ada 643 pengunjung, sedangkan pada Mei lalu ada 5882 pengunjung.

Angka ini jauh di atas capaian tahun lalu. Dimana sampai akhir Desember, tercatat pengunjung TWSL hanya 30.090. Pengunjung tertinggi terjadi pada awal tahun sebanyak 10.474 orang.

“Untuk April memang wajar jika minim pengunjung sebab saat itu bersamaan dengan ujian sekolah. Dan Mei itu bertepatan dengan libur panjang lebaran, walau belum sebanyak saat awal tahun,” ungkapnya.

Deta -panggilan akrabnya- menyebut, tingginya pengunjung TWSL sepanjang tahun ini disebabkan pembatasan sudah dilonggarkan. Sehingga, masyarakat sudah diperbolehkan mendatangi tempat keramaian meski protokoler kesehatan (prokes) tetap dijalankan.

Ini berbeda dengan tahun lalu. Praktis sepanjang 2021, TWSL hanya buka selama sembilan bulan. Sebab pada Juli hingga September ada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga TWSL harus tutup untuk umum.



Sementara empat bulan awal di 2021, TWSL memang sempat buka untuk umum. Tapi jumlah pengunjung tidak signifikan. Saat Januari, hanya ada 1.437 orang, Februari sekitar 1.685 orang, Maret sebanyak 2.466 orang, dan April hanya sekitar 1.209 orang.

“Di awal tahun 2021 sama saja. Meski TWSL sempat buka, cuma sangat terbatas menyesuaikan kebijakan pemerintah. Saat kasus meningkat, langsung ditutup. Sehingga pengunjung saat itu pun minim,” terang Deta. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin
#twsl #wisata probolinggo