Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Rahma Deta Antariksa mengungkapkan, dari Januari sampai Mei, ada 27.616 pengunjung. Sementara, pada Februari ada 5574 pengunjung dan Maret ada 5043 pengunjung. Lalu, pada April ada 643 pengunjung, sedangkan pada Mei lalu ada 5882 pengunjung.
Angka ini jauh di atas capaian tahun lalu. Dimana sampai akhir Desember, tercatat pengunjung TWSL hanya 30.090. Pengunjung tertinggi terjadi pada awal tahun sebanyak 10.474 orang.
“Untuk April memang wajar jika minim pengunjung sebab saat itu bersamaan dengan ujian sekolah. Dan Mei itu bertepatan dengan libur panjang lebaran, walau belum sebanyak saat awal tahun,” ungkapnya.
Deta -panggilan akrabnya- menyebut, tingginya pengunjung TWSL sepanjang tahun ini disebabkan pembatasan sudah dilonggarkan. Sehingga, masyarakat sudah diperbolehkan mendatangi tempat keramaian meski protokoler kesehatan (prokes) tetap dijalankan.
Ini berbeda dengan tahun lalu. Praktis sepanjang 2021, TWSL hanya buka selama sembilan bulan. Sebab pada Juli hingga September ada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga TWSL harus tutup untuk umum.
Sementara empat bulan awal di 2021, TWSL memang sempat buka untuk umum. Tapi jumlah pengunjung tidak signifikan. Saat Januari, hanya ada 1.437 orang, Februari sekitar 1.685 orang, Maret sebanyak 2.466 orang, dan April hanya sekitar 1.209 orang.
“Di awal tahun 2021 sama saja. Meski TWSL sempat buka, cuma sangat terbatas menyesuaikan kebijakan pemerintah. Saat kasus meningkat, langsung ditutup. Sehingga pengunjung saat itu pun minim,” terang Deta. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin