“Selama satu minggu ini jumlah pengunjung sangat pesat. Mulai pagi pukul 08.00 sampai 17.00. Kami sangat bersyukur Pantai Bahak dijadikan tempat berkunjung liburan oleh masyarakat luas,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Bahak Indah Hoirul Anam.
Selama libur Lebaran yang terhitung mulai 2-8 Mei, Pantai Bahak tak pernah sepi. Banyak wisatawan yang menghabiskan masa liburannya dengan menikmati pemandangan alam di pantai di Dusun Tambak Bahak, Desa Tambak Dringu, ini.
Saban hari pengelola menyiapkan 200 tiket masuk. Setiap hari ratusan tiket ini pun terjual habis. Namun, tiket ini bukan dihitung per orang, melainkan setiap kendaraan. Baik kendaraan roda dua, maupun roda empat. Cukup membeli satu tiket masuk seharga Rp 13.000.
Ada sejumlah fasilitas wisata yang bisa dinikmati pengunjung. Selain pemandangan alam yang begitu indah, wisatawan juga bisa menikmati keindahan pantai dengan menyewakan perahu.
https://www.youtube.com/watch?v=KNJm89H1uLk&t=48s
Bila menghitung terjualnya tiket masuk, selama libur Lebaran, ribuan orang telah mengunjungi Pantai Bahak. Hitungannya, bila satu kendaraan dikendarai dua orang, maka akan ada 400 orang. Liburan tercatat tujuh hari mulai 2-8 Mei. Sama saja dengan 400 orang kali tujuh, maka ada sekitar 2.800 orang. Jumlah ini belum termasuk pengunjung yang menggunakan mobil.
Pengunjung Pantai Bahak, tak hanya para pemuda. Melainkan, lintas usia. Mulai anak-anak sampai yang sudah tua. Mereka asyik bermain menggunakan fasilitas yang ada. Seperti bermain di pinggir pantai. Sedangkan, orang dewasa duduk santai bersama keluarga sambil menikmati kopi dan beberapa makanan ringan.
Salah seorang pengunjung asal Desa Sumberkare, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rudi, 43, mengaku sengaja menghabiskan waktu bersama keluarganya di Pantai Bahak. “Hari ini memang sengaja saya habiskan waktu bersama keluarga untuk menghilangkan penat selama bekerja,” ujarnya, kemarin.
Hal senada disampaikan warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Husnul Khotimah, 29. Ia mengaku puas berwisata di Pantai Bahak. Baginya harga tiket mahal bukan masalah, yang terpenting kesenangan. (mg/rud) Editor : Ronald Fernando