Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kemacetan Belakang Eratex Tak Kunjung Tuntas

Ronald Fernando • Senin, 4 April 2022 | 02:51 WIB
SESAK: Sejumlah PKL berjualan di Jalan Supriadi, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Meski disediakan tempat, banyak PKL yang enggan pindah. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
SESAK: Sejumlah PKL berjualan di Jalan Supriadi, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Meski disediakan tempat, banyak PKL yang enggan pindah. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
KANIGARAN, Radar Bromo - Permasalahan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Supriadi, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, tak kunjung rampung. Terutama saat jam masuk-keluar karyawan PT Eratex Djaja.

Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di jalan ini membuat jalan semakin sempit. Mereka juga enggan menempati lokasi relokasi yang disediakan pemerintah. Alasannya sepi pembeli.

Kemacetan rutin terjadi pada pukul 06.00 dan pukul 18.00. Mulai arah Perempatan Citarum sampai Pertigaan Beberan, sering macet. Bahkan, pengendara kendaraan roda dua, apalagi roda empat harus berjalan bergantian secara perlahan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, masalah kemacetan di belakang PT Eratex Djaja, kompleks. Penyebabnya beragam. Mulai dari PKL hingga kendaraan yang sering parkir di pinggir jalan.

Karena itu, penertiban untuk mengatasi kemacetan ini harus ditangani bersama. Mulai dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP); Satpol PP; Satlantas Polres Probolinggo Kota; hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Katanya, koordinator berada di DKUPP.

“PKL ditegur Dishub tidak akan merespons. Tetap harus Satpol PP. Begitulah urusannya memang kompleks dan harus tim penertiban di sana,” ujarnya, Sabtu (2/4).

Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengaku, sudah berupaya merelokasi PKL. Mereka telah diberi alternatif lokasi di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Yakni, di RTH Brantas.



“Namun, mereka tidak mau. Maka, selanjutnya penanganan di tangan Satpol PP jika mereka berjualan di badan jalan,” jelasnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengaku sudah sering mengimbau para PKL. Termasuk DKUPP dan pemerintah kecamatan. Mereka diminta pindah ke RTH Brantas. Ia mengatakan, pihaknya juga tidak mungkin untuk berjaga di lokasi tersebut setiap hari.

Sejumlah PKL yang berjualan di belakang PT Eratex enggan pindah karena takut kehilangan langganan. Apalagi, di RTH Brantas, sepi pembeli.

“Kalau di sini sudah banyak yang tahu. Kalau di RTH Brantas, belum tentu ada yang beli. Makanya kami keberatan jika dipindah,” ujar salah seorang PKL sambil meminta namanya tidak disebutkan. (riz/rud)

  Editor : Ronald Fernando
#eratex djaja #pkl eratex #macet probolinggo #pemkot probolinggo #macet eratex