Proyek fisik di Pohsangit Leres tahun ini hanya berupa paving jalan di dua lokasi. Yakni di RT 13 RW 5 di Dusun Beringin dan RT 17 RW 5 di Dusun Beringin. Sebab kedua jalan ini butuh perbaikan karena masih tanah.
Untuk jalan di RT 13 RW 5, jalan setempat merupakan jalan permukiman. Namun juga digunakan bagi petani untuk mengangkut hasil pertanian mereka. Selama ini kondisi jalan seringkali menyulitkan masyarakat yang melintas saat musim hujan.
“Kalau hujan selalu becek, padahal ini akses ekonomi warga dan juga akses jalan permukiman yang sering dilewati. Perbaikan sepanjang 130 meter,” ungkap Pj Kades Pohsangit Leres, Muhammad Soleh.
Selain itu, paving juga dilakukan di RT 17 RW 5 di Dusun Beringin sepanjang 130 meter. Jalan ini murni digunakan sebagai jalan permukiman. Sebelumnya, jalan ini memang tidak pernah menerima perbaikan, sehingga selalu becek saat hujan tiba.
“Anggarannya sama Rp 72 juta. Memang tahun ini kami fokus di dua titik saja. Karena anggaran terbesar untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” sebut Soleh.
Rutin Gelar Posyandu-Cairkan BLT-DD
Tidak berbeda dengan desa lainnya di Kecamatan Sumberasih, Pemdes Pohsangit Leres juga melaksanakan program posyandu setiap bulannya. Namun, program ini baru berjalan sejak bulan ini di desa tersebut. Sasarannya adalah bayi di bawah lima tahun (balita) dan warga lanjut usia (lansia).
Pj Kades Pohsangit Leres, Muhammad Soleh menjelaskan, program posyandu di desanya baru berjalan sejak awal Maret. Ada 134 sasaran, yakni 87 sasaran balita dan 47 sasaran untuk lansia. Setiap sasaran ini mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT) senilai Rp 12 ribu setiap kali datang.
PMT yang diberikan memang cukup besar. Karena pihak desa sengaja menggandakan nilai PMT yang sebelumnya tidak pernah terlaksana. Namun, untuk bulan berikutnya, pemdes akan melakukan penyesuaian dengan nominal antara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu.
“Karena baru berjalan, makanya pemberian kami gandakan. Cuma mulai bulan depan kami akan lakukan penyesuaian,” sebut Soleh, panggilan akrab Muhammad Soleh.
Menurutnya, masyarakat di Pohsangit Leres sangat bersemangat mengikuti program posyandu. Sebab, program ini memang baru berjalan. Pihaknya berharap agar sasaran bisa mengikuti sesuai jadwal, sehingga kesehatan mereka meningkat.
“Pemberian PMT dilakukan usai pemeriksaan rutin. Mulai dari kondisi bersangkutan, berat badan hingga tinggi badan. Ini upaya desa agar masyarakat sehat,” terang Soleh.
Genjot Vaksinasi dengan Pendekatan
Percepatan vaksinasi yang diminta oleh pusat ikut diupakayan oleh Pemdes Pohsangit Leres. Setiap harinya, pihak desa bekerja sama dengan tenaga kesehatan, rutin melakukan pendekatan pada masyarakat untuk melakukan vaksin.
Pj Kades Pohsangit Leres, Muhammad Soleh menyebut, capaian vaksinasi tahap pertama sudah 100 persen. Namun untuk vaksinasi tahap dua dan tiga memang masih belum sesuai target. Untuk tahap dua, yang sudah di vaksin sekitar 62 persen, sementara tahap tiga belum mencapai satu persen.
Ia mengakui memang ada tantangan sendiri untuk membuat masyarakat bersedia di vaksin. Rata rata masyarakat khawatir dengan efek samping yang terjadi karena vaksin. Untuk itu, pihaknya memberikan bantuan sembako bagi masyarakat sebagai stimulus.
“Bagi yang mau divaksin di balai desa kami berikan beras dan telur. Ini upaya kami untuk percepatan vaksin di masyarakat,” sebutnya.
Pihaknya berharap agar capaian vaksin semakin baik. Targetnya, untuk tahap dua bisa mencapai herd immunity sebesar 70 persen. Pihaknya optimistis target ini bisa tercapai dalam waktu dekat. Sementara untuk vaksin ketiga masih jadi tantangan.
“Vaksin ketiga kami akui memang sangat minim. Selain karena masih baru, masyarakat memang ada kekhawatiran apalagi mengetahui efek yang ditimbulkan,” sebut Soleh. (riz/fun/*)