Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kebutuhan 2.600 Liter, Minyak Goreng di Kota Probolinggo Disuplai 4.000 Liter

Ronald Fernando • Kamis, 17 Maret 2022 | 14:30 WIB
PASTIKAN AMAN: Tim gabungan dari Forkopimda Kota Probolinggo melakukan sidak di PT Sinar Terang Mandiri di Brantas. Mereka juga menuju Gudang DDS milik PT Wings, di Jalan Prof dr. Hamka. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
PASTIKAN AMAN: Tim gabungan dari Forkopimda Kota Probolinggo melakukan sidak di PT Sinar Terang Mandiri di Brantas. Mereka juga menuju Gudang DDS milik PT Wings, di Jalan Prof dr. Hamka. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
KADEMANGAN, Radar Bromo- Persediaan minyak goreng di Kota Probolinggo dipastikan masih aman. Setiap hari Kota Probolinggo mendapatkan suplai 4.000 liter.

Kemarin (16/3), tim gabungan dari Forkopimda Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak). Mereka menyasar distributor migor di Kota Probolinggo. Ternyata, persediaan migor dipastikan aman dan siap distribusikan ke pedagang.

Pertama, tim menuju distributor PT Sinar Terang Mandiri di Jalan Brantas Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dilanjutkan ke Gudang Dinamika Daya Segara (DDS) milik PT Wings, di Jalan Prof dr. Hamka, Kecamatan Sumberasih.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani mengatakan, di Kota Probolinggo hanya ada distributor migor. Dua-duanya sudah disidak untuk memastikan stok migor. “Saat ini hasil pengecekan di distributor, ketersedian migor masih ada dan aman,” katanya.

Sesuai data dari Pemkot Probolinggo, kata Wadi, setiap hari kota dengan lima kecamatan ini mendapatkan pasokan sekitar 4.000 liter migor. Sedangkan, kebutuhan harian warganya hanya di angka sekitar 2.600 liter. Seharunya terjadi surplus hingga sekitar 1.400 liter.

Namun, ternyata masih sulit untuk mendapatkan migor. Termasuk di toko-toko modern. Hal ini diduga karena terjadi punic buying. Banyak masyarakat yang membeli migor sebanyak-banyaknya. Ada yang untuk kebutuhan sendiri, ada juga yang malah dijual lagi.

“Kenapa terjadi kelangkaan, itu dikembalikan pada masyarakat. Terjadi punic buying di tengah masyarakat. Takut kekurangan minyak goreng. Membuat masyarakat berupaya membeli minyak goreng sebanyak mungkin mulai Januari-Februari,” jelasnya.



Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini memastikan stok migor di Kota Probolinggo aman. “Tapi, jika punic buying terus terjadi, isu kelangkaaan minyak goreng juga akan terus terjadi,” ujarnya.

Kepala Cabang DDS Probolinggo Sumarlan membantah adanya penimbunan di gudang. Minyak goreng yang ada di gudang itu, baru datang. Banyaknya sekitar 23.000 liter.

Semua minyak goreng itu akan didistribusikan atau dijual ke toko-toko (pedagang). Setiap toko juga dibatasi. Dengan harapan semua toko mendapatkan distribusi penjualan migor.

“Karyawan sini saja pembeliannya dibatasi 2 liter tiap karyawan dan tiap dua minggu. Jadi, dalam dua minggu, hanya boleh membeli sekali. Itu pun dibatasi 2 liter,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando
#harga minyak goreng #minyak goreng langka