Seperti sebuah Minibus Mitsubishi Colt Station bernopol N 8834 NL warna abu-Abu. Mobil tersebut kini sudah berada di Polsek Gading. Mobil itu ditemukan warga, Sabtu (5/3) lalu, wilayah Desa Ranuwurung, Kecamatan Gading.
Dugaan mobil yang sering disebut elsapek itu dipakai sebagai angkutan sapi hasil curian, jika melihat bentuknya. Sebab, semua kursi di belakang kemudi, dilepas. Ini biasanya dilakukan untuk memudahkan pelaku, mengangkut sapi curian.
Kapolsek Gading Iptu Sugeng, melalui Kanit Reskrimnya, Aipda Antono mengatakan, mobil tersebut diamankan bersamaan dengan adanya kejadian pencurian dua sapi milik Hamsuli 53, warga Desa Prasi, Kecamatan Gading. Dua sapi tersebut diamankan Sabtu lalu.
"Saat melakukan pencarian sapi yang hilang ke Desa Keben, Faisol (anak korban) mendapati keterangan dari warga, jika ada mobil di daerah hutan Desa Keben (lokasi sapi indukan ditemukan) yang mencurigakan. Betul saja. Saat hendak mendatangi mobil tersebut, Faisol melihat mobil tersebut di jalan," ujarnya, Selasa (8/3).
Setelah bertemu dengan mobil yang melaju dari arah berlawanan, Faisol mencoba menghadang. Namun, mobil yang mencurigakan tersebut tetap melaju dengan kecepatan tinggi. "Tidak berhenti, sampai anak korban ini kena serempet. Kesenggol kaca spion mobil tersebut," kata Antono.
Mendapati kejadian tersebut, kecurigaan Faisol kian kuat. Dia mengejar mobil tersebut hingga menuju Desa Nogosaren. Mobil pun tak berhenti dan tetap melaju ke arah barat menuju Pasar Wangkal.
"Sampai akhirnya mobil yang dikejar, berhenti di daerah Desa Ranuwurung. Di sana, Faisol tidak langsung menghampiri mobil tersebut," ujarnya.
Melihat mobil berhenti, dari kejauhan Faisol mendapati tiga orang keluar dari mobil dengan kondisi memegang senjata tajam berupa celurit. Faisol pun meminta bantuan kepada warga sekitar untuk dapat mendekati mobil tersebut.
"Karena sendirian, (Faisol) kemudian meminta bantuan warga. Saat didekati, kondisi mobil tidak ada orangnya, karena lebih dulu kabur. Saat pengejaran, sejatinya sudah dibantu warga dan sempat dilempar batu. Sehingga kondisi kaca mobil pecah di bagian belakang dan samping," beber Antono.
Saat mencoba untuk membuka mobil tersebut, mobil dalam keadaan terkunci. Kodisi dalam mobil juga dalam keadaan tidak terpasang kursi. "Setelah itu mobil kami amankan ke kantor," ujarnya.
Dari hasil hasil pemeriksaan terhadap mobil tersebut, Antono mengatakan, jika mobil tersebut diduga dijadikan kendaraan pengangkut hewan hasil curian. "Pertama, mobil seperti itu kenapa melintas di Desa Keben. Padahal di sana buntu dan dekat dengan lokasi sapi pertama ditemukan," ujarnya.
Selain itu dari hasil pemeriksaan, kondisi mobil juga tidak memiliki kursi tengah dan belakang. Selain itu juga ditemukan bulu sapi yang melekat di bagian lantai mobil dan bagian atap dalam.
"Dari sini jelas sudah, jika mobil ini memang spesialis mengangkut hewan hasil curian. Kami sudah mencari informasi ke sejumlah wilayah (kecamatan lain) dan tidak ada yang pernah lihat atau mengetahui mobil ini. Dugaan sementara mobil ini berasal dari wilayah Lumajang," ujarnya.
Dengan diamankannya mobil tersebut, pihaknya kini masih terus melakukan pendalaman, dan mencari tahu siapa pemilik kendaraan tersebut. "Terus kami dalami. Sejauh ini belum ada yang mencari mobil yang kami amankan ini," jelas Antono. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin