Warga sepakat berdamai dalam musyawarah yang difasilitasi pemerintah kecamatan. Pembongkaran dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Kemudian, dilanjutkan oleh Muspika Mayangan bersama warga.
Persoalan genangan air yang menjadi pemicu perselisihan ini akan segera ditangani. Bahkan, akan menjadi prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mayangan. Agar bisa segera dibangun drainase.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/20/01/2022/cerita-dua-rumah-di-wiroborang-terisolasi-karena-polemik-genangan/
Salah seorang warga setempat, Roni mengatakan, perselisihan sudah diselesaikan secara musyawarah. Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah. Termasuk kepada aparat TNI dan Polri. Mereka telah turun ikut memediasi persoalan ini. “Masalah saluran pembuangan air diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” katanya.
Warga yang sebelumnya terisolasi juga merasa senang. Seperti diungkapkan Ainun. Ia mengaku lega, karena kini tidak harus melewati jalan sempit saat mengendarai sepeda motor.
Perseteruan antarwarga juga sudah diselesaikan dengan damai dan saling memaafkan. “Saya senang. Karena selama ini (ketika tembok belum dibongkar) harus lewat jalan sempit yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua,” ujarnya.
Plt Camat Mayangan M. Abbas mengatakan, akhir perseteruan warga antar-RT ini tercapai melalui mediasi. Kedua belah pihak dikumpulkan dan bermusyawarah. “Dapat diselesaikan dengan damai,” ujarnya.
Ketika kedua belah pihak bertemu dan sepakat, Abbas mengaku, juga membuatkan surat pernyataan. Bahwa, tidak ada yang saling menuntut. Semuanya saling memaafkan.
“Jika dikemudian hari ada yang memancing perseteruan, bisa diselesaikan melalui kelurahan dan kecamatan,” katanya.
https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/20/01/2022/polemik-genangan-picu-2-rumah-terisolasi-sudah-berulang-kali-dimediasi/
Terkait persoalan pembuangan air yang menjadi pemicu perseteruan, Abbas mengatakan, pemerintah kelurahan dapat mengusulkan pembuatan drainase dalam Musrenbang. Pihaknya juga minta usulan ini diprioritaskan.
“Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Agar segala permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah. Serta, mengedepankan silahturahmi dan kekeluargaan,” harapnya.
Wali Kota Probolinggo Hadi Zaenal Abidin mengatakan, adanya polemik ini harus diambil hikmahnya. Semua persoalan dapat diselesaikan dengan musyawarah.“Dengan musyawarah lebih enak kan. Sehingga tidak ada yang merasa tidak diperhatikan,” ujarnya.
Dengan duduk bersama, Hadi mengatakan, ke depan tidak akan ada lagi kejadian serupa. Ia juga meminta permasalah ini dijadikan pelajaran agar menjadi lebih baik. “Mudah-mudahan dengan hancurnya tembok ini, tidak ada pembatas silaturahmi dan rukun semuanya,” harapnya.
Sebelumnya, dengan dibangunnya tombok di jalan umum ini ada dua rumah yang terisolasi. Yakni, milik Anik Susanti dan Imam. Mereka tinggal di RT 2/RW 6. Karena jalannya ditutup, mereka hanya bisa memanfaatkan jalan setapak di lahan milik warga. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin