Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra mengatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk assessment. Mendata untuk berapa kebutuhan perbaikan di lokasi jembatan, baik secara darurat maupun permanen.
"Kalau langsung permanen tidak memungkinkan. Bisa nanti darurat dulu. Nanti kami juga akan rapatkan dengan Asisten Pemerintah, perihal ketersediaan anggarannya jika menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT)," ujar Hengki Cahyo Saputra.
Hal itu juga dikatakan kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air (PJSDA) PU PR, Ahmad Mulyono. "Sampai hari ini (kemarin, Red) kami masih mengukur terhadap sejumlah jembatan yang terdampak banjir," ujarnya.
Ia menyebutkan jika sejumlah titik lain pada jembatan yang terdampak banjir juga ada. Salah satunya di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris. Berbeda dengan jembatan lainnya. Jembatan tersebut bukan masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Pekalen.
"Di sana (Tlogosari) juga ada jembatan yang rusak akibat banjir. Tapi tidak masuk DAS, melainkan jembatan aliran irigasi. Ini juga baru ketahuan. Namun jembatan itu punya pemerintah desa sepertinya," beber Ahmad Mulyono.
Sebelumya, banjir di wilayah Tiris setidaknya berdampak terhadap sejumlah jembatan. Yakni, jembatan kayu, penghubung Dusun Krajan, Desa Andungbiru- Dusun Tunggangan, Desa Tiris. Jembatan berukuran 49 x 1,5 meter itu, mengalami kerusakan di bagian fondasi samping. Selain itu, kondisi jembatan miring.
Setelah itu, di hulu sekitar 2 Kilometer, jembatan berukuran 16 x 1,5 penghubung Dusun Sumberkapung Desa Andungbiru - Desa Sumberduren, Krucil, hanyut tak tersisa pada bagian Jembatan. Hanya fondasi tersisa di bagian selatan. "Betul, kalau yang dua jembatan itu masuk pada DAS Pekalen," ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin