Rabu (19/1), Bappeda Litbang Kota Probolinggo telah me-launching dan menyosialisasikan Gerakan Pro Hadi. Dilaksanakan di Ruang Pertemuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo, secara terbatas. Para kepala perangkat daerah di lingkungan pemkot dan perwakilan organisasi disabilitas mengikuti secara langsung.
Sedangkan, pemerintah kelurahan, Puskesmas, TK/RA, SD/SMP, Swasta, UPTD, Kemenag, mengikutinya secara daring. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Wawan Soegyantono, S.E., M.M. Ia mewakili Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Hadir juga tiga Asisten Pemkot Probolinggo. Dalam laporannya, Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Drs. Tartib Goenawan, M.Si. mengatakan pembangunan inklusi dan pemenuhan hak-hak disabilitas sesuai dengan visi misi Wali Kota.
“Yakni, bersama rakyat membangun Kota Probolinggo yang lebih baik dan berkeadilan. Artinya, setiap orang berhak turut andil dalam pembangunan. Termasuk penyandang disabilitas yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban, dan peran yang sama,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, juga disajikan video singkat tentang perkembangan pelaksanaan pembangunan inklusi di Kota Probolinggo. dari video itu terlihat, sejatinya, Pemkot telah memiliki beragam fasilitas bagi penyandang disabilitas.
Salah satunya pelayanan publik yang mudah diakses. Seperti, tempat duduk, pegangan pintu, hingga jalan yang ramah bagi penyandang disabilitas menuju layanan fisioterapy di Puskemas Kedopok. Namun, pemkot menilai masih belum bisa dikatakan maksimal. Karena, sejumlah fasilitas itu belum digunakan sebagaimana mestinya.
Ketika membacakan sambutan Wali Kota, Wawan menyampaikan, masih banyak gedung, sarana, hingga akses transportasi yang belum ramah disabilitas. Karenanya, perlu adanya penyesuaian agar berpihak kepada disabilitas.
“Kami membangun masyarakat inklusif dibutuhkan masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan, saling menghargai setiap perbedaan, dan menjadi tanggung jawab bersama. Baik pemerintah daerah, mitra pembangunan, juga seluruh elemen masyarakat lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, langkah besar tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Yakni, lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan segala fasilitas umum lainnya.
“Kami berharap melalui Gerakan Pro Hadi, seluruh masyarakat turut andil membantu memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Sehingga terbentuk ekosistem yang ramah tanpa ada diskriminasi mewujudkan Kota Probolinggo yang bersahabat,” ujar Wawan.
Launching Gerakan Pro Hadi diperkuat dengan sosialisasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Kelembagaan Disabilitas Menyongsong Indonesia Inklusi 2030.” Dalam hal ini difasilitatori oleh Pelopor Perduli Disabilitas Situbondo Luluk Ariyantiny. (el/edv) Editor : Jawanto Arifin