Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ada tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo yang terlibat. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas PUPR-Perkim.
Pembersihan sampah dilakukan menggunakan alat ekskavator. Hasilnya langsung diangkut menggunakan truk sampah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, pembersihan dilakukan karena hasil monitoring sampah menumpuk di dam sungai. Jika tidak segera dibersihkan, dikhawatikan menyumbat aliran sungai, sehingga airnya meluber ke permukiman.
“Muara di Pantai Permata, aliran Sungai Legundi. Jika tidak segera dibersihkan bisa menjadi penyebab terjadinya banjir. Karena menyumbat air mengalir ke laut,” katanya.
Dalam kegiatan ini, Sugito mengaku menggunakan satu unit ekskavator dan sejumlah truk sampah. Karena, sampah yang menumpuk sangat banyak. Sampai siang sampah yang sudah diangkut mencapai 8 truk. “Petugas masih membersihkannya. Diperkirakan sampah yang dibersihkan dan diangkut sampai 12 truk lebih,” ujarnya.
Sampah sungai ini ternyata banyak berupa bambu, batang pohon bambu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga. “Tidak hanya sungai di muara Pantai Permata yang kami bersihkan. Kami memang keliling memantau kondisi sungai-sungai di Kota Probolinggo. Di dam sungai muara Pantai Permata itu sudah sekitar 4-5 kali dibersihkan,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin