Diduga, api muncul dari korsleting listrik di bagian atap rumah. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu, Sidik bersama Siti Aisah berada di rumah. Mereka melihat asap mengepul dari bagian atas kayu kuda-kuda rumah.
Mendapati itu, mereka bergegas keluar rumah. Memastikan asap benar-benar merupakan titik api. Mereka pun kaget. Karena, api benar-benar membakar rumahnya yang semi permanen. Pasutri inipun berteriak, meminta pertolongan tetangga.
“Kebakaran diketahui sendiri oleh pemiliknya yang saat itu ada di rumah. Karena panik, pemilik langsung menyelamatkan diri,” ujar Kapolsek Paiton, Iptu Maskur Ansori.
Api dengan cepat membesar. Membakar rumah semi permanen berkonstruksi kayu, bambu, triplek dengan atap asbes itu. Pasutri ini pun tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Rumah beserta isinya hangus terbakar. “Khawatir merebet ke rumah yang lain, pemadam kebakaran dihubungi untuk segera memadamkan api,” katanya.
Maskur memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, korban tetap mengalami kerugian materiil. Barang-barangnya hangus. Seperti, satu unit televisi 24 inci; tempat tidur dan kasur 2 unit; meja dan kursi tamu; dan sejumlah peralatan dapur. Ada juga dokumen penting seperti BPKB sepeda motor, ijazah, buku nikah, KTP, dan kartu keluarga.
“Kerugian materiil korban sekitar Rp 35 juta. Tidak ada yang tersisa hanya meninggalkan puing saja. Dugaan kuat kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Saat kebakaran juga ada petugas PLN yang turut membantu,” ujarnya.
Humas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Sholehuddin mengaku mendapatkan laporan pukul 10.00. Lima personel pemadam kebakaran dan sebuah mobil pemadam langsung turun ke lokasi kejadian. “Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian. Selanjutnya kami lakukan pembasahan,” katanya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin