Kepala Bidang Pariwisata di Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Nurrahman mengatakan, pada prinsipnya desa wisata merupakan wilayah pelestarian alam, lingkungan, ekosistem, serta budaya tradisional masyarakat. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga setempat melalui usaha kepariwisataan.
“Penetapan desa wisata perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi alam yang ada. Potensi unit usaha lain juga akan dikembangkan. Harapannya, dapat mendongkrak ekonomi warga,” katanya.
Namun, tidak semua desa yang memiliki potensi wisata ditetapkan sebagai desa wisata. Sebab, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti, sarana dan prasarana harus mendukung.
Lalu, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat sekitar yang memiliki potensi tersebut turut mendukung. Sehingga dalam jangka panjang kemajuan di sektor wisata bisa tercapai.
Berdasarkan SK Bupati saat ini, ada 29 desa dari 15 kecamatan yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Di antaranya, Desa Wisata Ngadisari, Kecamatan Sukapura; Desa Wisata Negororejo, Kecamatan Lumbang; Desa Wisata Dungun, Kecamatan Tongas; dan Desa Wisata Giliketapang, Kecamatan Sumberasih.
Penetapan itu menurut Nurahman, sebenarnya sudah dilakukan tahun 2018. Namun, baru setahun ini pengelolaan dilakukan secara maksimal.
Di semua desa wisata itu, potensi wisata akan dikelola Pemkab Probolinggo. Tentu saja, pengembangan dilakukan secara bertahap. Selama tahap pengembangan itu, pengelolaan tetap berada di bawah Pokdarwis dengan anggotanya warga setempat yang peduli pada pengembangan destinasi wisata.
Keberadaan Pokdarwis begitu diperlukan, sebab memiliki peran untuk merawat dan mengelola wisata agar tetap menjadi salah satu jujukan wisata alternatif. Di samping itu, keberadaan BUMDes juga berperan dalam peningkatan wisata.
Hingga kini, ada setidaknya empat desa wisata yang dikembangan dengan support anggaran dari APBN dan APBD. Di antaranya, Desa Wisata Ngadisari dengan pembangunan jembacan kaca di Seruni Poin; pembangunan menara pandang di P30 di Desa Wisata Wonokerso; pengembangan Pantai Bahak di Desa Wisata Dungun dan tahun lalu, pengembangan air terjun Guyangan di Desa Wisata Guyangan.
“Ke depan akan kami upayakan untuk menambah jumlah desa wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo. Rutin kami berikan pelatihan dan pembinaan agar pengelolaan desa wisata bisa lebih profesional dan berkualitas. Sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan,” pungkasnya. (ar/hn)
29 Desa Wisata
Kecamatan Sukapura
Desa Wisata Ngadisari
Desa Wisata Wonotoro
Desa Wisata Jetak
Desa Wisata Ngadas
Desa Wisata Sapikerep
Desa Wisata Sariwani
Kecamatan Lumbang
Desa Wisata Lumbang
Kecamatan Tongas
Desa Wisata Dungun
Kecamatan Sumberasih
Desa Wisata Giliketapang
Kecamatan Gending
Desa Wisata Curahsawo
Kecamatan Dringu
Desa Wisata Banderan
Kecamatan Pajarakan
Desa Wisata Sukokerto
Kecamatan Kraksaan
Desa Wisata Kalibuntu
Kecamatan Tiris
Desa Wisata Segaran
Desa Wisata Ranuagung
Desa Wisata Andungbiru
Kecamatan Krucil
Desa Wisata Bremi
Desa Wisata Guyangan
Kecamatan Sumber
Desa Wisata Ledokombo
Desa Wisata Wonokerso
Kecamatan Tegalsiwalan
Desa Wisata Banjarsawah
Kecamatan Gading
Desa Wisata Condong
Desa Wisata Betektaman
Desa Wisata Sentul
Desa Wisata Gading Wetan
Kecamatan Pakuniran
Desa Wisata Pakuniran
Kecamatan Paiton
Desa Wisata Randutatah, Kecamatan Paiton
Kecamatan Lumbang
Desa Wisata Negororejo Editor : Jawanto Arifin