Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo Edy Karyawan mengatakan, kelas multigrade memang perlu diterapkan untuk efektivitas sistem pembelajaran. Utamanya sekolah yang siswanya masih sedikit. Belum mampu memenuhi kapasitas rombongan belajar yang ada di sekolah.
"Memang perlu ada kelas multigrade. Terutama dalam kondisi yang terbatas, harus ada upaya yang mampu mengefektifkan sistem pembelajaran," katanya.
Menurutnya, kelas multigrade yang diterapkan oleh Dispendik memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya mampu mencegah adanya kekurangan tenaga pendidik. Sebab, setiap tahunnya ada ratusan guru yang memasuki masa pensiun.
Selain itu juga selain bisa mengurangi besaran biaya operasional sekolah. Dalam penerapannya, kelas multigade ini menggabung 2 kelas atau lebih dalam satu ruang belajar. Seperti kelas I dan kelas II, Kelas III dan kelas IV, kelas V dan kelas VI.
Lanjut Edy, kasus kekurangan guru ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. Daerah-daerah seperti Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso, juga menerapkan. Karenanya, penerapan kelas multigrade yang dilakukan pihaknya ini dinilai cocok untuk diterapkan untuk wilayah tersebut.
"Setiap tahun itu sekitar 200 guru yang pensiun. Kalau tanpa multigrade, kami akan kekurangan guru. Terbukti ini efektif untuk mengatasi kekurangan guru, yang biasanya membutuhkan 9 guru, dengan multigrade hanya butuh 3 guru. Biaya operasional sekolah juga bisa ditekan," pungkasnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin