Aksi itu dipicu akibat saling blayer sepeda motor. Ulah mereka sempat terekam video amatir dan ramai diperbincangkan warga. Pasalnya, hampir setiap malam minggu terjadi tawuran di Kota Probolinggo.
Seperti yang diungkapkan warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, M. Mahfud, 34. Katanya, adanya tawuran sekitar pukul 23.45 di Bundaran Glaser, itu sangat meresahkan.
“Saya tidak tahu persis. Tapi, saya dengar jika tadi malam ada tawuran di Bundaran (Glaser). Sering. Bukan hanya di sana, stadion, Taman Maramis, dan tempat-tempat yang agak gelap seperti area pelabuhan juga. Ini kan meresahkan,” ujarnya.
Apalagi, saat ini kata Mahfudz, juga sering terjadi pencurian sepeda motor dengan modus tawuran. Biasanya, ada sejumlah kelompok tak dikenal tiba-tiba menyerang kelompok yang jumlahnya lebih sedikit. Selanjutnya ada beberapa motor yang diambil.
“Polisi juga sering operasi. Apalagi malam minggu. Tapi, mereka kan juga tahu, jika ada polisi mereka juga berpindah,” jelasnya.
Kendati demikian, ia berharap petugas berwenang terus berupaya melakukan patroli. Guna meminimalisasi terjadi aksi serupa. “Jika sudah terlalu malam atau lebih dari pukul 21.00, polisi harus membubarkan sejumlah geng motor yang nongkrong. Sebab, dari itu pemicunya,” bebernya.
Kapolsek Mayangan Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, sampai kemarin belum ada laporan terkait adanya tawuran itu. Katanya, biasanya tawuran berlangsung singkat. “Tidak ada laporan. Kalau tawuran biasanya cepat (singkat),” terangnya.
Ia memastikan akan terus melakukan patroli. Serta, berharap warga tidak keluyuran pada malam hari. Apalagi, warga yang masuk dalam kategori rentan menjadi korban tindak kriminal. Seperti wanita, orang tua, dan anak-anak. “Apalagi saat ini pandemi masih berlangsung. Ada baiknya jika tidak ada kepentingan mendesak, di rumah saja,” harapnya.
Sabtu (18/9), tawuran juga terjadi di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo. Saat itu, ada dua geng motor yang saling bersitegang. Bahkan, dari sejumlah pemuda, di antaranya ada yang membawa senjata tajam. Mereka pun dibubarkan kepolisian. Bahkan, tiga pemuda diamankan berikut senjata tajamnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin