Humas RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Endah Ningrum mengatakan, sejak Sabtu (17/7), IGD diberlakukan sistem buka tutup. Ketika IGD penuh, maka tidak akan menerima pasien. “Kalau penuh dan masih proses pindah ruangan akan ditutup, bila sudah sesuai kapasitas tempat tidur IGD, bisa menerima lagi,” ujarnya, meski tidak menyebutkan berapa kapasitas tempat tidur di IGD.
Hal senada diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti. Menurutnya, sistem buka tutup diberlakukan hingga waktu yang dibutuhkan. “Karena, banyak masyarakat yang mengalami gejala ke arah Covid,” katanya.
Selain itu, kata Rini, sebagai antisipasi jika IGD RSUD penuh dan butuh waktu untuk distribusi ke ruangan, bisa dikirim ke puskesmas dulu. Sejauh ini, sejumlah puskesmas juga telah menyediakan tempat. “IGD PKM Wonoasih bisa merawat 5 pasien. IGD PKM Ketapang bisa merawat 3 pasien. Nantinya akan kami update jika ada perkembangan terbaru,” ujarnya.
Rumah Sakit Dharma Husada, terhitung sudah sekitar sepekan tidak menerima pasien Covid. Masih sama, karena ruang isolasinya penuh. “Hingga kini masih membeludak,” ujar Direktur Rumah Sakit Dharma Husada Rasyid Ahmad. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin