Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Dilempar Nasi Soto

Jawanto Arifin • Selasa, 18 Mei 2021 | 08:01 WIB
BIKIN GEMPAR: Pelaku saat melakukan pelemparan terhadap Nun Aka. Inset, pelaku Nur Hasan saat diamankan jamaah dan santri Zainul Hasan Genggong. (Foto: Istimewa)
BIKIN GEMPAR: Pelaku saat melakukan pelemparan terhadap Nun Aka. Inset, pelaku Nur Hasan saat diamankan jamaah dan santri Zainul Hasan Genggong. (Foto: Istimewa)
KREJENGAN, Radar Bromo - Jagat pesantren di Probolinggo dibuat gempar. Ini setelah salah seorang pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, yakni KH Ahsan Qomaruzzaman 32, atau Nun Aka, ”diserang” orang tak dikenal di kediamannya, di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan.

Insiden itu terjadi Sabtu (15/5) lalu. Video penyerangan Nun Aka bahkan sempat menyebar dan viral. Dalam video terlihat, Nun Aka dilempar menggunakan nasi yang dipegang pelaku.

Belakangan pelaku diketahui bernama Nur Hasan 28. Pria berkepala plontos itu, diketahui berdomisili di Desa Brabe, Kecamatan Maron. Kini dia sudah diamankan kepolisian.

Insiden penyerangan itu bermula saat pelaku mendatangi salah satu pengasuh ponpes Zainul Hasan Genggong, yang berada di barat lokasi kejadian. Saat itu Nur Hasan menanyakan tentang siapa pengasuh Genggong yang menikahi putri Rhoma Irama. Dari sanalah Nun Bil (salah satu pengasuh) mengantar pelaku ke rumah Nun Aka.

“Dari Nun Bil, langsung diantar ke dalem (kediaman Nun Aka, Red) saya. Saat tiba sempat terjadi dialog dan pelaku naik keatas karpet dengan sandalnya,” ujar Nun Aka, menjelaskan via pesan pada Senin (17/5).

Saat bertemu dengan Nun Aka, pelaku sempat berdialog dan mengungkapkan ingin bertemu dengan cucu Rhoma Irama, karena ingin menyampaikan sesuatu. Sama seperti tamu lainya, Nur Hasan disuguhi makanan berupa nasi soto.

Nah, saat memegang suguhan, dengan posisi berdiri, entah mengapa tiba-tiba Nur Hasan melemparkan nasinya ke arah Nun Aka yang duduk lesehan di depan pelaku terbatas meja tamu. “Nasinya yang dilempar ke saya. Sedangkan piringnya dibuang,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Nun Aka menyampaikan, sudah memaafkan pelaku. Ia melanjutkan, jika pelaku memang benar-benar gila maka harus dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ). Jika tidak, maka harus ada pengusutan dari pihak berwenang. Ditakutkan ada indikasi masuk pada jaringan organisasi terlarang.

“Saya sudah memaafkan. Kalau memang tidak ada (ikut jaringan Islam radikal, Red) asalkan dia tidak berkeliaran di pondok pesantren, tidak masalah. Sebab berbahaya, khawatir terulang kembali untuk yang kedua kalinya. Khawatir ada jamaah atau simpatisan yang tidak terima sehingga dia dipukul, menjadi bulan-bulanan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ahsan Abdilllah Wahid, salah satu keluarga pesantren Zainul Hasan Genggong menuturkan, pelaku diamankan para simpatisan jamaah pesantren sekitar pukul 17.15, menjelang magrib. “Baru diamankan saat kembali untuk ketiga kalinya. Kedatangan pertama ketika tragedi pelemparan itu. Setelah pelemparan dan diusir Mas Aka (Nun Aka, Red), pelaku kembali lagi namun lewat belakang. Karena keburu ketahuan diusir lagi. Kesabaran Mas (Nun Aka) luar biasa memang, pelaku tidak langsung ditangkap pada saat itu. Tapi dibiarkan pergi dulu,” ujarnya.

Saat diamankan oleh jamaah pesantren, Nur Hasan sempat ditanya. Dari situ diketahui jika Nur Hasan sejatinya sudah sering ke ponpes Zainul Hasan Genggong, untuk datang ke makam keluarga ponpes Zainul Hasan Genggong.

“Pelaku mengatakan pernah belasan tahun di Jakarta, dan sering ikut pengajian di masjid Al Muhajirin. Tidak tahu masjid Al Muhajirin ini di Jakarta mana,” ujarnya.

Dari sinilah, pengasuh ponpes khawatir, Nur Hasan terlibat organisasi terlarang, atau bahkan jaringan radikal. “Atas kejadian ini bisa dijadikan pelajaran agar dapat lebih waspada untuk keamanan diri,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#nun aka dilempar nasi soto #ponpes zainul hasan genggong #pengasuh ponpes genggong diserang