Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Brantas Probolinggo yang Lama Rusak hingga Renggut Korban

Jawanto Arifin • Senin, 26 April 2021 | 17:20 WIB
MAKAN KORBAN: Kondisi Jalan Brantas Kota Probolinggo yang alami kerusakan hingga merenggut korban jiwa, beberapa waktu lalu. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)
MAKAN KORBAN: Kondisi Jalan Brantas Kota Probolinggo yang alami kerusakan hingga merenggut korban jiwa, beberapa waktu lalu. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)
Kondisi Jalan Brantas di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, telah lama rusak. Tambal sulam sering dilakukan. Namun, tidak efektif mengatasi kerusakan jalan. Sampai akhirnya pekan lalu, seorang warga meninggal setelah terjatuh karena menghindari jalan berlubang di Jalan Brantas.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kademangan, Radar Bromo

Kondisi Jalan Brantas yang rusak berat bukan hal yang bisa ditutup-tutupi. Kenyataan ini bisa dilihat jelas oleh semua pengendara yang melintas di jalan penghubung antara Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Prof Hamka itu.

Namun, tidak semua Jalan Brantas mengalami kerusakan. Jalan rusak sejak perempatan Pilang sampai utara Masjid Al Hidayah.

Macam kerusakan pun bervariasi. Seperti jalan berlubang dengan kedalaman yang beragam. Namun, ada juga jalan dengan kondisi bergelombang, karena dilakukan tambal sulam pada bagian jalan yang sebelumnya berlubang.

Saat ini, kerusakan Jalan Brantas banyak terjadi di ruas jalan yang berdekatan dengan kawasan pabrik dan kompleks pergudangan. Kendaraan berat pun sering melintas, sehingga mengakibatkan aspal mengelupas.

Puncaknya terjadi Jumat (16/4). Emi Wahyuni, 47, warga blok Kolor, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, jatuh karena menghindari lubang di Jalan Brantas. Kemudian Senin (19/4) malam, Emi meninggal setelah sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Malang.

Beberapa warga sekitar Jalan Brantas yang ditemui harian ini menyebutkan, kondisi jalan rusak sangat membahayakan pengguna jalan. Terutama sepeda motor.

“Kalau malam lebih berbahaya lagi, karena penerangan minim meskipun ada lampu. Penerangan minim ini yang kadang membuat orang tidak bisa melihat kondisi jalan,” ujar Rahmad, 40, salah satu PKL yang kerap berjualan di Jalan Brantas.

“Apalagi kemarin sampai ada yang meninggal karena jatuh menghindari lubang, seharusnya jadi yang diutamakan perbaikan Jalan Brantas,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Satria Bayu, 35, warga asal Pasuruan yang indekos di Kademangan ini merasakan kondisi tidak nyaman saat melintas di Jalan Brantas. Sehingga, pilihannya harus menggunakan jalan lain yang kondisi jalannya lebih baik.

“Kalau mau ke kota, saya pasti lewat Jalan Cisadane. Di sana jalannya halus. Tapi kalau pulang malam hari pasti harus lewat Brantas. Ini yang bahaya karena di sana penerangan minim dan jalannya ada yang berlubang juga bergelombang,” ujarnya.

Satria mengaku pernah hampir jatuh saat melintas di Jalan Brantas. Namun dia beruntung karena berhasil menjaga keseimbangan.

“Dalam loh lubang jalannya, tempat saya hampir kepleset itu. Ada lima sentimeter. Mbok ya segera diperbaiki jalannya, apalagi kemarin ada yang meninggal,” tambahnya.

Dari penelusuran harian Jawa Pos Radar Bromo, Pemkot Probolinggo sebenarnya telah merencanakan perbaikan Jalan Brantas di APBD 2020 dengan rigid beton. Saat itu dianggarkan sekitar Rp 2 miliar. Bahkan DED telah disusun pada tahun 2019.

Namun, karena refocusing anggaran untuk pandemi Covid-19, membuat anggaran untuk Jalan Brantas dialihkan untuk penanganan Covid-19. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) lantas memperbaiki jalan yang rusak secara tambal sulam di beberapa titik Jalan Brantas pada tahun 2020.

Kondisi Jalan Brantas yang rusak dan tidak segera ditangani pun memantik kritik dari anggota DPRD Kota Probolinggo, terutama Komisi III. Bahkan, pada Mei tahun 2020, Ketua Komisi III Agus Rianto dibantu anggota Komisi III Robit Riyanto serta Heru Poniman, memperbaiki salah satu titik jalan yang berlubang di Jalan Brantas. Titik jalan berlubang tersebut berada sekitar 200 meter dari kantor DPC PDIP Kota Probolinggo.

Harian ini mencoba konfirmasi pada Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo terkait rencana perbaikan Jalan Brantas. Jawabannya, segera akan diperbaiki.

“segera akan diperbaiki untuk Jalan Brantas, tapi tidak dirigid atau dicor. Saat ini sedang dalam proses hitung oleh konsultan,” ujar Agus Hartadi, kepala Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#kecelakaan probolinggo #jalan brantas #jalan rusak kota probolinggo