Kapolsek Leces AKP Gandi mengatakan, dirinya baru mengetahui tawuran antarremaja itu dari medsos. Karena, tidak ada laporan tentang tawuran itu. Bahkan, tidak ada laporan dari pemerintah desa ke Polsek Leces.
“Apa penyebab terjadinya pertengkaran yang ramai di medsos itu, kami belum tahu. Karena sampai saat ini tidak ada laporan dari masyarakat atau pihak yang merasa menjadi korban dalam pertengkaran tersebut," ungkap Gandi.
Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menjelaskan, peristiwa itu terjadi di jembatan Desa Clarak di Leces. Jembatan di atas jalan tol Paspro yang merupakan pengganti jalan desa itu sudah lama menjadi tempat ngabuburit.
Pihaknya pun tidak dapat melarang masyarakat Ngabuburit di sana. Namun, pihaknya rutin patroli di titik-titik yang biasa menjadi tempat ngabuburit. Termasuk jembatan di atas jalan Tol Paspro Leces.
Biasanya, tiap hari anggota Polsek Leces patroli di jembatan desa tersebut. Tapi, Jumat (16/4) sore itu kenetulan ada pelantikan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Tigasan Wetan. Sehingga, dirinya dan anggota yang biasa patroli melakukan pengamanan di Desa Tigasan Wetan.
“Kami akan makin meningkatkan patroli sebagai upaya mengantisipasi kejadian tidak diinginkan," ujarnya. (mas/hn) Editor : Muhammad Fahmi