--------------
BROMO Rest berada tepat di tepi jalan Desa Sariwani, penghubung wisata Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura dan Pundak Lembu alias P-30 di Kecamatan Sumber. Dari Jalan Raya Sukapura, hanya berjarak sekitar 3 kilometer dengan akses jalan rabat beton.
Jalan yang cukup nyaman dilintasi itu bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Hanya saja pengendara harus lebih hati-hati, karena medannya naik turun dan penuh tikungan. Namun, semuanya akan terbayar setiba di Bromo Rest dengan sajian view alam pegunungan dan cafe sajian gunung.
Bromo Rest cocok menjadi tempat berwisata setelah berkunjung ke wisata Gunung Bromo dan hendak ke wisata P-30 Sumber. Karena, dari titik itu, P-30 hanya berjarak sekitar 15 kilometer.
“Destinasi wisata baru ini ada di lahan Perhutani. Baru dibuka Desember kemarin (2020). Kami kerja sama dengan Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) atau BUMDes Sariwani,” ujar penggagas dan pendiri destinasi Bromo Rest, Oka Hadi Siswanto.
Oka mengaku mencari lokasi yang cepat, tepat, dan sesuai konsep. Ternyata, Desa Sariwani, memiliki potensi alam luar biasa. Karena, desa ini kini menjadi penghubung antara Gunung Bromo dengan P-30. “Kami ingin meramaikan Desa Sariwani dan mengangkat perekonomian desa dengan destinasi wisata,” katanya.
Berbekal izin dari Perhutani, Oka mengatakan, lahan sekitar 1.000 sampai 2.000 meter persegi siap dikembangkan menjadi destinasi wisata. Ada sejumlah fasilitas yang ditawarkan, mulai cafe sajian gunung sampai camping dome. Namun, andalannya adalah spot foto dengan view alam.
“View andalan titik destinasi Bromo Rest, saat musim hujan, pada pagi hari berkabut. Rasakan sensasi seperti di Bandung. Saat cuaca cerah, view sisi utara ada view laut dan Kota Probolinggo. View ke arah barat ada Danau Ranu Grati dan bukit-bukit. Bila malam, kelap-kelip Kota Probolinggo, jalan tol, dan suasana Bromo Rest yang dipenuhi cahaya lampu,” jelas Oka.
Ke depan, Oka mengaku akan terus berusaha mengembangkan destinasi wisata ini. Rencananya, sejumlah wahana akan ditambah. Seperti menyedikan fasilitas outbound, glamour camping, dan adventure.
Berharap Dongkrak Perekonomian Desa
Adanya destinasi baru berupa Bromo Rest, menjadi harapan baru bagi Pemerintah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Tempat wisata anyar ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warga.
Meski masih baru, dampak adanya wisata baru ini sudah mulai dirasakan pemerintah desa dan warga. Kini, BUMDes Sariwani menjadi penyulai air bersih. Selain itu, juga banyak warga yang ikut bergabung mengelola Bromo Rest.
Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Sariwani, Sukaryo. Ia mengatakan, desanya dikenal dengan Bukit Seribu Selfie. Namun, banyak spot yang bagus dan cocok untuk dijadikan destinasi wisata. Terbaru, destinasi Bromo Rest. “Kami berharap destinasi wisata baru ini dapat meningkatkan perekonomian warga. Desanya juga tambah ramai,” katanya.
Menurutnya, Bromo Rest dengan cafe sajian gunung memanfaatkan usaha warganya untuk memenuhi kebutuhan sajian gunung. Bahkan, direncanakan akan ditanam bibit kopi di sekitar Bromo Rest. Sehingga, desanya makin dikenal lengkap dengan destinasi wisatanya.
“Nanti BUMDes akan terlibat dalam pengembangan destinasi Bromo Rest. Rencana terdekat pemasangan wifi di Bromo Rest bekerja sama dengan BUMDes,” ujarnya. (mas/rud)
Sajian Bromo Rest
- Saat musim hujan, pada pagi hari berkabut. Sensasi seperti di Bandung.
- Saat cuaca cerah, pemandangan sisi utara ada laut dan Kota Probolinggo. Ke barat ada Danau Ranu Grati dan bukit-bukit.
- Bila malam, kelap-kelip Kota Probolinggo dan jalan tol terlihat begitu jelas. Bromo Rest juga dipenuhi cahaya lampu.