Wali Kota Habib Hadi –panggilannya- pun mengawal program Zero RTLH bagi warga miskin dan berkebutuhan khusus agar mendapat kehidupan yang lebih berkualitas. Anggaran program ini dibahas mulai tahun 2019 atau sejak awal kepemimpinan Wali Kota. Lalu sejak awal 2020, Wali Kota meminta seluruh camat untuk mendata rumah warga kota yang tidak layak untuk ditinggali.
Melalui P-APBD 2020, Pemkot Probolinggo menyediakan anggaran rehab RTLH sebesar Rp 1 miliar. Dana itu dianggarkan melalui lima kecamatan. Tiap kecamatan dianggarkan rehab untuk 10 RTLH. Besarnya tiap rumah, Rp 20 juta. Dengan demikian, tiap kecamatan dianggarkan Rp 200 juta. Wali Kota Habib Hadi menyebut, RTLH menjadi salah satu komitmen pemerintahannya ke depan. “Jadi pelaksanaannya bertahap, sehingga di masa kepemimpinan saya ini, zero atau nol RTLH terwujud,” terangnya.
Program ini, menurutnya, menjadi atensinya. Sebab, pemerintah ingin kehidupan masyarakat menjadi layak. “Di sinilah pemerintah hadir memberikan perhatian kepada masyarakat.
Namun tentu saja ada syarat-syarat yang harus diperhatikan. Seperti status tanah milik sendiri dan bersertifikat, dan aturan-aturan lainnya,” ungkap Wali Kota.
Apabila ada kendala dalam memenuhi aturan-aturan itu, Wali kota mengajak semua pihak saling membantu. Mulai OPD, LPM, sampai perusahaan melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR) –nya. “Ayo bahu-membahu bersama pemerintah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Tanpa ada kebersamaan, mustahil kita bisa mewujudkan ini semua. Sebab, sejatinya apa yang terjadi di lingkungan kita adalah tanggung jawab kita semua,” katanya. (el/hn/*) Editor : Jawanto Arifin