Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

97,54 Persen Penduduk Kota Probolinggo Ter-Cover UHC

Jawanto Arifin • Jumat, 29 Januari 2021 | 14:47 WIB
MERINGANKAN: Rumah singgah Pemkot Probolinggo di Surabaya. Selain di Surabaya, Pemkot memiliki rumah singgah di Jember dan Malang. Program rumah singgah bertujuan meringankan beban warga Kota Probolinggo yang berobat di rumah sakit rujukan. (Jawa Pos Rada
MERINGANKAN: Rumah singgah Pemkot Probolinggo di Surabaya. Selain di Surabaya, Pemkot memiliki rumah singgah di Jember dan Malang. Program rumah singgah bertujuan meringankan beban warga Kota Probolinggo yang berobat di rumah sakit rujukan. (Jawa Pos Rada
PROGRAM lain yang mendapat atensi masyarakat dalam bidang kesehatan yaitu program universal health coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan. Program yang berjalan sejak 1 September 2019 ini telah meng-cover 97,54 persen penduduk Kota Probolinggo.

Saat ini total jumlah penduduk yang telah terdaftar UHC mencapai 235.614 jiwa. Dalam program ini, premi untuk BPJS Kesehatan dibayar oleh Pemkot Probolinggo.

“Masyarakat yang belum ter-cover UHC, masih bisa mendaftar menjadi peserta UHC ke Dinas Kesehatan (DKP2KB, Red). Syaratnya menyertakan fotokopi KTP dan kartu keluarga masing-masing rangkap dua,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati.

Sebagai peserta UHC, warga otomatis terdaftar di Kelas 3 untuk pelayanan kesehatan. Mereka tidak boleh naik kelas. “Kalau naik kelas, maka kepesertaannya yang dibiayai oleh pemerintah kota otomatis gugur,” lanjut dr Ida, panggilannya.

Selain UHC, Pemkot Probolinggo juga memfasilitasi warganya yang harus mendapat pengobatan di luar Kota Probolinggo. Fasilitas yang diberikan berupa rumah singgah di tiga kota. Yaitu, Surabaya, Malang, dan Jember. Program rumah singgah ini bahkan sudah berjalan 2 tahun.

“Tujuannya, membantu meringankan beban warga Kota Probolinggo yang berobat di rumah sakit rujukan di Surabaya, Malang, dan Jember dengan memberikan fasilitas penginapan di rumah singgah. Prioritas utamanya adalah masyarakat kurang mampu,” lanjutnya.

Adapun lokasi rumah singgah antara lain di Jalan Kedung Sroko II/10 RW 2, Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya. Lalu, Jalan Kesambon 2A Kota Malang. Dan di Perumahan Pesona Regency Blok AA/20 Jember. (put/hn/*) Editor : Jawanto Arifin
#ambulans siaga #refleksi 2 tahun kepemimpinan habib hadi #uhc kota probolinggo #pemkot probolinggo #2 tahun handal