Tes itu sendiri digelar dalam operasi yustisi yang dilakukan Satgas Kecamatan Sumberasih di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Sasarannya yaitu warga Desa Gili Ketapang yang hendak ke Kota Probolinggo dan pemilik kapal.
Ugas Irwanto selaku Koordiantor Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menjelaskan, operasi yustisi untuk warga Gili Ketapang sengaja dilakukan Sabtu. Sebab di hari Sabtu-Minggu, banyak warga Gili Ketapang yang berkunjung ke Kota Probolinggo.
Untuk sampai ke kota, mereka naik kapal dari dermaga Gili Ketapang dan turun di dermaga yang ada di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Karena itu, petugas pun menggelar operasi dan tes di Pelabuhan Tanjung Tembaga.
Warga yang turun dari kapal di pelabuhan itu pun, langsung digiring untuk ikut tes swab antigen. Termasuk, pemilik kapal.
Namun, ternyata tidak banyak warga Gili Ketapang yang ke kota kemarin. Hanya 30 orang. Ugas menduga, operasi yustisi dan tes swab antigen itu bocor.
”Diperkirakan giat tes swab antigen masal ini sampai ke warga Gili Ketapang. Jadi mereka yang belum berangkat membatalkan rencana ke Kota Probolinggo, tidak jadi nyeberang. Buktinya, hanya sedikit warga yang menyeberang,” tuturnya.
Bahkan, tidak sedikit pemilik kapal yang kabur dan menghindar tes swab antigen. Padahal, tes swab antigen itu untuk kesehatan mereka sendiri. Dengan tes swab antigen, bisa mendeteksi dini kondisi kesehatan tiap orang. Apakah terpapar Covid-19 atau tidak.
“Kalau memang positif, bisa segera diobati. Syukur saat hasilnya negatif. Ada 30 orang yang tes swab antigen, hasilnya negatif semua,” ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin