Sebelumnya, waktu operasional pasar ternak ini hanya dilakukan setiap Selasa dan Sabtu. Kini, ditambah sehari setiap Kamis. “Per 1 Oktober ini jam buka pasar ternak dilakukan seminggu tiga kali. Dengan penambahan hari Kamis,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo, Suryanto.
Namun, karena waktu buka pasar setiap Kamis, baru kali pertama dilakukan, ternak yang masuk pada Kamis (3/10) lalu, tidak banyak. Berdasarkan catatan Dispertahankan, hanya ada 21 ternak. “Kalau pada hari pasaran normal, ternak yang masuk bisa sampai 700 ekor,” ujarnya.
Suryanto memperkirakan, dengan penambahan jam operasional pasar, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar ternak ini bisa lebih meningkat. Selama ini, PAD-nya bisa mencapai Rp 400 juta. “Untuk sementara, PAD dari retribusi akan dihitung hanya untuk pasar ternak yang buka pada Selasa dan Sabtu. Sedangkan, hari Kamis tidak dipungut retribusi,” jelasnya.
Pembebasan retribusi khusus Kamis ini akan dilakukan sampai akhir 2020. Suryanto mengatakan, penambahan jam operasional pasar ternak ini telah lama direncanakan. Namun, saat itu belum dipastikan hari yang akan ditetapkan untuk kegiatan pasaran. Kini, telah direalisasikan dan digelar saban Kamis. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin