PLT TU TWSL Akbarul Huzaini menerangkan, kondisi Shera sempat kurus saat awal-awal didatangkan dari Taman Safari Indonesia. Hal itu disebabkan sejumlah faktor. Selain alami cacingan, Shera saat itu porsi makannya juga kurang, serta ingin kawin.
Setelah dilakukan perawatan, dua bulan belakangan ini berat bada Shera kembali normal. “Saat ini sudah kembali lagi gemuk. Sebab, selain porsi makannya ditambah, kami juga berikan obat cacing dan vitamin,” kata Akbar, Selasa (23/6) pagi di TWSL.
Dijelaskan Akbar, saat pertama kali didatangkan dari TSI, dalam sehari Shera dan Jane sama-sama menghabiskan 3 kilogram daging. Namun dengan porsi makan itu, rupanya Shera kurang, sehingga ia kurus kering hingga kelihatan tulang iganya pada Mei lalu. Sementara Jane tetap gemuk.
Dari kondisi itu, dokter yang ada di TSI memberi saran agar khusus porsi makan Shera ditambah. “Jadi porsi awal Shera di TSI itu 6 kg. Namun melihat kondisi kandang yang kecil, maka saat itu dari TSI minta sehari porsinya diturunkan 3 kg saja,” terang Akbar.
Namun, hal itu membuat Shera makin kurus. “Karena melihat perkembangan Shera kurus dan cacingan, sehingga diberikan vitamin obat cacing dan porsinya ditambah jadi 6 kg daging per hari. Sementara untuk Jane, tetap 3 kg per hari mengingat badanya tidak kurus,” imbuh Akbar.
Saat ini, Shera dan Jane sudah beberapa kali disatukan untuk dikawinkan. Hanya saja, meski Shera sudah ngebet untuk kawin, Jane rupanya masih enggan dikawinkan.
“Pagi tadi (kemarin), kami coba kawinkan lagi. Setelah pemisah kandang dibuka, Shera masuk ke kandang Jane untuk kawin. Namun, rupanya Jane tidak mau. Jane malah hendak menyerang Shera dan lari masuk ke kandang Shera,” beber Akbar.
Melihat Jane masuk ke wilayah kandangnya, Shera pun tambah bersemangat. “Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, kami langsung tutup kembali pemisahnya. Sebab Jane yang tidak mau kawin malah melakukan perlawanan,” terang Akbar. (rpd/mie) Editor : Jawanto Arifin