Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DLH Soroti Limbah PT AFU yang Dibuang di TPU Embah Bujuk Songot

Jawanto Arifin • Kamis, 4 Juni 2020 | 15:18 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN, Radar Bromo - Adanya limbah PT Amak Firdaus Utomo (AFU) Kota Probolinggo yang dibuang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebab, ada yang menilai limbah itu merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Karenanya, DLH akan mengkajinya.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya limbah yang dibuang ke TPU Embah Bujuk Songot di Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Karenanya, pihaknya menerjunkan petugas untuk mengeceknya.

“Tadi kami sudah datangi lokasinya dan sudah berkoordinasi dengan pihak pabrik. Karena diduga mengandung B3, makanya kami meminta pihak pabrik melakukan uji lab (laboratorium). Sebab, kami tidak memiliki lab untuk hal tersebut, lab kami hanya mengenai udara dan air,” ujarnya, kemarin.

Kemarin, terlihat ada sejumlah warga yang meratakan tumpukan limbah itu. Salah satunya Maks. Ia mengatakan, tumpukan limbah itu sudah ada sejak dua bulan lalu. Limbah itu dikirim ke TPU setelah ada permintaan dari warga, sekitar tiga-empat bulan silam.

Menurutnya, warga bersama RT/RW setempat membuat proposal pengajuan ke PT AFU. Agar bisa memanfaatkan limbah pabrik untuk menguruk makam yang berada di tepi Jalan Lingkar Utara itu. Mengingat, kondisi makan yang lebih rendah itu sering tergenang air ketika hujan.

“Bahkan, jika kami menggali tanah karena ada yang meninggal, kedalaman 40 sentimeter saja sudah berair. Akhirnya, kami mengajukan agar bisa dibuat brukan (urukan). Selain gratis, kami juga dibantu alat berat untuk meratakan,” jelasnya.

Pengakuan Maks dikuatkan oleh Direktur PT AFU A.A.A Rudiyanto, ia mengatakan, limbah itu dikirim ke TPU karena warga kampung yang meminta printilan bata ringan untuk menguruk makam yang kondisinya lebih rendah. Pihaknya pun memberikan pecahan bata ringan. “Itu orang kampung minta printilan bata ringan untuk ngebruk makam yang jeglong. Bukan sludge asbes B3,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin
#pembuangan limbah #limbah pt afu #pt afu #pemkot probolinggo #dlh kota probolinggo #tpu embah bujuk songot