Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Korban Gantung Diri di Taman Manula Dipastikan Tak Terjangkit Covid-19

Jawanto Arifin • Kamis, 23 April 2020 | 16:00 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN, Radar Bromo - Jenazah korban gantung diri, Moh. Syahronsyah, 43, warga Sidomulyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, sudah dijemput keluarga. Pihak kepolisian juga memastikan korban murni bunuh diri dan tidak mengidap virus korona alias Covid-19.

Jenazah korban yang ditemukan kendat di Taman Manula, Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, itu dibawa pulang keluarganya pada Selasa (21/4) malam. Ia dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pasuruan untuk dikebumikan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menegaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah Moh. Syahronsyah, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Karenanya, dipastikan korban meninggal murni bunuh diri.

Hal itu diperkuat dengan beberapa tanda yang mencolok. Pertama, lidah yang menjulur serta tidak ditemukan adanya luka selain jeratan tampar kuning di leher korban yang digunakan untuk kendat. Selain itu, celana korban juga basah yang diduga sperma.

Adanya tumpukan bata di sekitar tubuh korban, diduga digunakan korban untuk menyanggah tubuhnya sebelum bunuh diri. Namun, penyebab korban nekat bunuh diri belum terungkap. Pihak keluarganya dan tetangganya juga mengaku tidak tahu.

“Kenapa dia sampai gatung diri, ini yang belum diketahui. Soalnya pihak keluarga juga tidak tahu. Sementara, korban sudah meninggal, sehingga cukup rumit mencari permasalahannya,” ujar Heri.

Ia memastikan dari hasil rapid test, korban dinyatakan negatif Covid-19. Selain itu, tidak ada perjalanan medis yang menyatakan korban masuk kategori korona. Namun, petugas kamar mayat yang membantu menangani jenazah untuk dibawa pulang tetap melakukan sesuai prosedur penanganan Covid-19 dan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Memang saat ini kondisinya sedang pandemi Covid-19, jadi wajar jika peugas tetap melakukan prosedur Covid-19. Namun, jangan sampai semua kematian kita anggap karena Covid-19, nanti malah timbul masalah lain,” ujar Heri. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin
#bunuh diri #gantung diri #Polres Probolinggo Kota #taman manula