Mereka pun tak hanya warga dari dalam kota, namun juga dari luas kota. Jumlah mereka makin banyak karena semua pasar hewan di Kabupaten Probolinggo sudah ditutup. Penyebab lain, karena saat ini pasar ternak hanya dibuka seminggu sekali.
Seperti yang disampaikan petugas Pasar Ternak Jrebeng Kidul, Muhamad Kholid. Menurutnya, pasar ternak itu harusnya buka Selasa dan Sabtu. Namun, saat ini hanya buka Selasa.
Sejak dibuka sekali dalam seminggu, ada kenaikan jumlah pedagang dan pembeli yang datang. “Penambahan pedagang memang ada, namun hanya sedikit. Bertambah sekitar 50 pedagang,” ujarnya saat ditemui Selasa (21/4).
Menurutnya, kenaikan ini dimungkinkan akibat penutupan tujuh pasar hewan di Kabupaten Probolinggo. Sehingga, pedagang dari kabupaten pun bertransaksi ke pasar ternak Jrebeng Kidul.
Dijelaskannya, jumlah pedagang pasar di hari normal mencapai 700-800 orang. Namun, sejak awal April turun menjadi 400-450 orang.
Setelah hari pasaran dikurangi, baru tercatat ada kenaikan pedagang. Saat ini tercatat ada 450-500 pedagang yang datang. Kenaikan ini karena adanya tambahan pedagang dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan.
“Kenaikan terjadi imbas dari penutupan beberapa pasar hewan. Sehingga, para pedagang banyak datang dari luar kota melaksanakan jual beli sapi di sini,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus, pemerintah pun sudah mengimbau pedagang mengenakan masker saat melakukan transaksi. Namun, saat pasar dibuka masih ditemukan banyak pedagang yang tidak mengenakan masker. Ada juga beberapa pedagang yang menaruh masker pada dagu.
Selasa (21/4), menurut Kholid, pihaknya membubarkan paksa jual beli. Sebab, sudah melampaui jam pasaran yaitu pukul 17.00.
“Pembubaran paksa kami lakukan jika lebih dari jam lima sore, melalui pengeras suara. Beberapa petugas juga memaksa pedagang segera menyelesaikan kegiatannya,” tutur Kholid. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin