Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berlakukan Buka-Tutup di Wisata Alam di Probolinggo selama Penghujan

Jawanto Arifin • Sabtu, 4 Januari 2020 | 17:17 WIB
Photo
Photo
DRINGU, Radar Bromo - Memasuki musim hujan, Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo melakukan sistem buka tutup untuk wisata alam di daerahnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi.

Kepala Bidang Pariwisata di Disporaparbud Pemkab Probolinggo Dian Cahyo mengatakan, setiap memasuki musim hujan, pihaknya selalu memberlakukan sistem buka tutup untuk wisata alam. Terutama destinasi wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang, yang beberapa kali menelan korban jiwa.

“Di Madakaripura kan beberapa kali pernah ada wisatawan meninggal. Agar tidak terulang kembali, maka kami melakukan sistem buka tutup,” tuturnya.

Sistem buka-tutup tersebut dilakukan karena saat hujan turun akan terjadi banjir di lokasi wisata itu. Air berasal dari kiriman daerah atas yaitu Desa Sapih. Saat banjir, pihaknya tidak ingin ada wisatawan yang terjebak di dalam.

“Kalau mendung, maka wisatawan atau pengunjung harus segera keluar dari Madakaripura. Soalnya kalau di bawah (Lumbang) mendung, biasanya di daerah atas sudah hujan. Untuk keamanan, maka semua wisatawan harus keluar,” tandasnya.

Sistem buka-tutup tidak hanya dilakukan di Madakaripura. Tetapi di lokasi wisata alam lain yang ada di Kabupaten Probolinggo. Seperti air terjun Guyangan dan air tenjun Kali Pedati. Tujuannya sama, yaitu meminimalisasi kejadian yang dapat membahayakan wisatawan.

“Surat imbauan sudah disampaikan. Intinya, ini dilakukan untuk sama-sama menjaga daerah wisata agar tetap ramai. Juga menjaga keselamatan para wisatawan,” ungkapnya.

Pembukaan secara normal baru akan dilakukan setelah musim hujan reda. Namun, pihaknya tidak bisa memprediksi kapan musim hujan reda. Sebab, beberapa tahun ini cuaca tidak bisa diprediksi.

“Tentunya menunggu musim hujan benar-benar reda. Sehingga, bisa dilakukan pembukaan secara normal. Meskipun saat ini masih masuk musim libur, tetapi itu yang kami lakukan,” terangnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #endles probolinggo #wisata probolinggo #wisata alam