Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistiyanto mengatakan, sejauh ini status Stasiun Bayeman merupakan stasiun operasional. Dengan satu jalur dan jalur lain untuk menunggu persilangan kereta. Peningkatan itu akan mengubah Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit.
“Peningkatan Stasiun Bayeman diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Bromo dan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Probolinggo. Sehingga, mudah dijangkau melalui jalur kereta api. Selama ini, wisatawan yang menggunakan kereta api turun di Stasiun Probolinggo. Lokasinya lebih jauh dibandingkan dengan jarak antara Stasiun Bayeman ke Bromo,” ujarnya, Selasa (24/12).
Heri menjelaskan, meski proses pengajuan menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit cukup panjang, pihaknya optimistis dan akan berupaya maksimal untuk merealisasikannya. “Kajian ini nanti akan melengkapi berkas dari Dishub yang akan kembali dikirim ke Dirjen Perkeretaapian pada Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Heri mengatakan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo, terus dikebut untuk mendukung program pariwisata nasional. Karenanya, stasiun di Jalur Pantura Tongas itu akan ditingkatkan peranannya sebagai salah satu akses menuju kawasan Gunung Bromo. “Kami juga mengadakan kajian untuk angkutan umum sebagai salah satu daya dukung aktivasi Stasiun Bayeman,” ujarnya.
Ada beberapa peningkatan yang harus dilakukan untuk menjadikan Stasiun Bayeman sebagai stasiun transit. Salah satunya aspek peningkatan rel kereta api. Selama ini, rel kereta api di sana tergolong kecil. “Kalau untuk bangunan Stasiun Bayeman, akan dipertahankan. Sebagai salah satu warisan sejarah masa lampau,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin