Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tepergok Hendak Nyolong, Remaja Salat Hadap Selatan

Jawanto Arifin • Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:30 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN, Radar Bromo - Seorang remaja asal Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, berinisial IQ, 15, sempat dihakimi massa. Selasa (20/8) pagi, dia diketahui tanpa izin masuk rumah warga Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Sedangkan, di ruang tamu rumah orang tua Muhammad Yusuf, 41, itu terparkir tiga sepeda motor. Mengetahui ada tamu tak diundang, korban membangunkan Muhammad Yusuf. Tepergok, IQ kontan berpura-pura melaksanakan salat. Tapi, dia tidak sadar jika “salatnya” menghadap ke selatan, bukan ke arah kiblat.

Muhammad Yusuf mengatakan, kemarin sekitar pukul 05.00, ayahnya sedang salat subuh di musala tak jauh dari rumahnya. Usai salat dia melihat ada remaja masuk rumahnya. Karena tak berani, ayahnya membangunkan Yusuf. Kebetulan rumah Yusuf dengan rumah orang tuanya berdempetan.

Mendapat laporan itu, Yusuf langsung bergegas ke rumah orang tuanya. IQ yang diketahui pemilik rumah langsung pura-pura salat. Karena mabuk berat, IQ lupa jika yang dimasukinya bukan tempat ibadah. Melainkan ruang tamu rumah orang tua Yusuf. Selain itu, posisi salatnya menghadap ke selatan.

Melihat tingkah laku IQ, Yusuf geram. Dia langsung mendaratkan bogem mentahnya pada wajah IQ. Bahkan, sejumlah warga juga berusaha menggebukinya. Namun, ada warga yang merasa kasihan dan memilih membawa IQ ke Mapolsek Mayangan.

Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi mengatakan, percobaan pencurian ini berakhir damai. Kedua belah pihak saling memaafkan. “Kami panggil orang tua dan lurah IQ. Termasuk korban dan lurahnya. Mereka saling memaafkan dan pihak IQ berjanji tidak akan mengulangi. IQ kami kenakan wajib lapor dua hari sekali dalam seminggu,” ujarnya.

Firman juga mengimbau agar orang tuanya aktif menjaga dan mengawasi anaknya. Jangan sampai salah pergaulan, sehingga terjadi kasus serupa. “Kami harap orang tua juga menjaga dan mengawasi anaknya. Bagaimana kesehariannya. Sehingga, tidak sampai terjadi hal seperti ini lagi,” ujarnya.

Tangis haru tak kuasa ditahan IQ ketika dihadapkan kepada ibunya sekitar pukul 12.00. Dia langsung sesenggukan, sambil bersimpuh dan terus memohon maaf. Sang ibu juga tak kuasa menahan air matanya.

“Jangan diulangi, jangan diulangi,” ujar sang ibu yang enggan disebutkan namanya itu sambil terus memeluk IQ. Usai kedua belah pihak berdamai, IQ bersama ibunya diantarkan pulang oleh Kapolsek Mayangan Firman. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin
#maling tepergok #polsek mayangan #pura-pura sholat #nyolong ketahuan