Kemah itu sendiri digelar selama tiga hari, Jumat–Senin (26/7-29/7). Kemah dilaksanakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo. Pesertanya sekitar 7.000 peserta dari 500 SD/MI dan SMP/MTs se Kabupaten Probolinggo.
Nah, selama kemah berlangsung itulah, macet terjadi setiap pagi dan sore. Pengguna jalan dan warga sekitar pun mengeluhkan kondisi itu.
Seperti Syukur, 48, warga Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi menyebabkan warga sekitar enggan bepergian.
“Jalanan macet ketika pagi dan sore hari, karena peserta kegiatan 1000 tenda banyak yang keluar dari lokasi perkemahan. Ditambah lagi banyak truk, pikap, atau mobil pribadi yang melintasi jalur ini. Jadi semakin susah melewati jalan,” ujarnya.
Erfan Yulianto, seksi umum panitia penyelenggara kegiatan 1000 tenda menjelaskan, kemacetan memang terjadi hanya waktu tertentu saja. Yakni, pagi dan sore saat konsumsi yang disiapkan panitia dikirim ke lokasi perkemahan. Dan ishoma di siang hari, saat keluarga peserta mengirim makanan.
“Kemacetan terjadi tidak lama. Paling hanya terjadi pagi dan sore saat masa pengiriman konsumsi pada peserta. Dan saat ishoma siang hari, karena banyak keluarga dari peserta yang mengirim konsumsi ke lokasi,” ujarnya.
Erfan menuturkan, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak di Kecamatan Banyuanyar untuk mengantisipasi macet. Sebanyak 8 personel dari Polsek Banyuanyar, 6 personel Satpol PP, 40 Personel Banser, dan 20 Pramuka Saka Bhayangkara disiagakan secara bergantian untuk mengatasi kemacetan.
“Personel yang ada di lapangan sudah mengurai kemacetan. Termasuk dengan membuka dan menutup jalan. Jadi, dari arah Tegalsiwalan atau Banyuanyar dibuka secara bergantian,” ujarnya.
Di sisi lain, kemah yang diikuti sekitar 7.000 peserta itu, menjadi magnet bagi warga sekitar atau pengendara yang lewat jalur tersebut. Mereka biasanya berhenti sejenak untuk melihat. Sehingga, kondisi jalan pun makin ramai.
“Macet juga disebabkan karena warga yang penasaran, berkerumun untuk melihat kemah. Mereka kami sarankan agar memarkirkan kendaraannya di areal parkir yang sudah disediakan agar macet tidak bertambah parah,” lanjutnya.
Erfan memprediksi, kemacetan ini akan terjadi hingga acara penutupan dan pembubaran selesai. Yakni, Senin (29/7) pagi. “Kemacetan ini terjadi mungkin sampai selesai penutupan. Jadi jika warga ingin melintas agar sedikit bersabar,” tuturnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin