Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Majlis Sholawat Al-Fatih, Ajak Pemuda-Masyarakat Mencintai Rasulullah SAW

Jawanto Arifin • Kamis, 23 Mei 2019 | 22:30 WIB
Photo
Photo
Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Inilah yang berusaha dilakukan Majlis Sholawat Al-Fatih Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Mereka mengajak warga mendekat kepada Allah SWT melalui cinta Rasulullah SAW.

--------------

Alunan salawat nan merdu penuh penghayatan yang diiringi tabuhan rebana sering terdengar setiap Sabtu malam di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu. Setiap bakda Isya sejumlah pemuda berkumpul di salah satu rumah warga di Dusun Krajan.

Mereka merupakan para pemuda yang tergabung dalam Majlis Sholawat Al-Fatih Desa Sumberbulu. Belasan pemuda ini bersepakat menggelar latihan bersalawat guna mengasak skill-nya. Serta, demi membesarkan majelis yang mereka rintis sejak dua tahun lalu.

Manajer Majlis Sholawat Al-Fatih Agus Arifin, 28, mengatakan, majelisnya berdiri sejak dua tahun lalu. Tepatnya pada 5 Desember 2017. Beranggotakan 18 pemuda Desa Sumberbulu, majelis yang mengawinkan kesenian rebana dengan salawat dan lagu-lagu Islami ini terus berkembang.

Menurutnya, berdirinya majelis ini bertujuan mensyiarkan agama Islam melalui salawat yang dipadukan dengan kesenian khas timur tengah. Serta, mengajak para pemuda dan masyarakat untuk mencintai Rasulullah SAW dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dengan alunan salawat yang merdu, semua kalangan menyukainya. Untuk menumbuhkan kecintaan pemuda kepada Rasulullah, susah-susah gampang. Melalui majelis salawat ini kami berusaha melakukannya,” ujarnya.

Majelis ini beranggotakan 18 orang yang memiliki tugas berbeda-beda. Sejumlah 13 orang bertugas sebagai musisi. Seperti rebana dan tanjidor atau tambur besar. Serta, 5 orang vokalis. Saban Sabtu malam mereka berlatih di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu.

Agus mengaku sengaja menggelar latihan saban Sabtu malam, karena banyak dari personelnya yang masih bestatus pelajar. Sehingga, diharapkan tidak mengganggu mereka yang paginya harus bersekolah.

Keberadaan majelis ini pun mendapatkan sambutan hangat dari warga. Warga yang awalnya tidak menyukai salawatan, menjadi suka karena sering mendengarkan alunan salawat. Bahkan, banyak yang istiqamah hadir menyaksikan Majelis Sholawat Al-Fatih berlatih.

“Setiap kali latihan, lokasi latihan selalu penuh dipadati warga untuk menyaksikan. Ini, membuktikan keberadaan majelis ini diperlukan dan disukai masyarakat,” ujar pria yang juga pedagang tersebut.

Antusiasme warga untuk mendengarkan dan bersalawat bersama Majlis Sholawat Al-Fatih tak hanya cukup menyaksikan mereka ketika latihan. Namun, kerap mengundang mereka dalam sejumlah kegiatan keagamaan. Seperti, mengisi Maulid Nabi Muhammad SAW dan haflatul imtihan sejumlah pondok pesantren, acara haul, bahkan acara pernikahan.

Agus mengatakan, ada sekitar 500 jamaah yang sering mengikuti majelisnya. Namun, sejauh ini mereka baru tampil di sekitar Kecamatan Tegalsiwalan. “Keberadaan majelis ini akan terus kami kembangkan. Kami akan terus memajukan untuk mewujudkan kecintaan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya. (mg1/rud) Editor : Jawanto Arifin
#majlis sholawat #al-fatih #desa sumberbulu