Hal itu diungkapkan Suhimto. Kepada radarbromo.jawapos.com saat ditemui di lokasi kejadian, Sumimto mengungkapkan, saat kebakaran dia tengah tertidur pulas di kamarnya. Kebetulan kamarnya masih berada di satu pekarangan dengan bangunan utama kelenteng.
“Saya lalu bangun sekitar jam 12-an. Kenapa tiba-tiba kok gelap karena lampu mati. Begitu keluar, saya sudah melihat api sangat besar membakar ruangan utama,” kata Suhimto.
Dia sendiri tidak mengetahui, kira-kira jam berapa api mulai membakar. Yang ada di pikirannya saat itu, Suhimto merasa panik. Dia pun memprediksi api muncul dari lilin. “Sebab saat keluar. Tempat lilin sudah habis terbakar,” kata Suhimto.
Tempat lilin itu, katanya, memang diletakkan diluar. Sebab, kelenteng Sumber Naga banyak mendapat sumbangan dari jamaah saat ada perayaan hari raya di bulan Februari lalu. “Sekarang lilinnya sudah habis semua (karena terbakar),”: kata Suhimto.
Saat ditanya berapa kerugian akibat insiden itu, Suhimto belum bisa menjelaskan. “Tetapi patung-patung dewa berhasil diselamatkan,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kelenteng Sumber Naga di Jalan WR Supratman dilalap si jago merah. Api membakar bangunan yang usianya lebih dari seratus tahun tersebut. Sedikitnya ada tiga ruangan di bangunan utama yang terbakar. Ada lebih dari lima unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk menjinakkan api. (nnd/fun) Editor : Fandi Armanto