Sejauh ini polisi masih mendalami insiden tersebut. Kabarnya, insiden tersebut terjadi lantaran ada kabel yang mengenai kanopi rumah salah satu korban. Hingga akhirnya listrik mengenai semua korban. Empat warga itu di antaranya Joko Sandi, 33; Elista Hutahuruk, 33. Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri). Kemudian Sri, 50; dan Totok, 50.
Atas insiden itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal bahkan sempat turun ke TKP. Menurutnya, saat itu yang pertama kali tersetrum adalah Sri. Karena empati, Elista yang rumahnya dekat dengan Sri, datang membantu. Namun, Elista juga ikut tersetrum.
Melihat sanbg istri tersetrum, Joko datang untuk membantu. Nahas, ia pun ikut tersetrum. Begitupula Totok yang juga berniat ingin membantu, mengalami nasib yang sama. “Tiga korban yang tersetruk belakangan, berniat ingin membantu,” terang Alfian pada sejumlah wartawan.
Lebih lanjut Alfian mengatakan, pihaknya menemukan kabel terputus yang ada di tiang besi. Aliran listrik di tiang tersebut menurut Alfian sangat tinggi. Tegangannya mencapai 220 volt. Nah, ditemukan konektor di tiang tersebut. Seharusnya, konektor ada di dalam plafon.
“Kalau ada di luar konektornya, fatal akibatnya,” katanya. Karena itu, polisi juga mengusut siapa yang memasang konektor tersebut. Termasuk apakah pemasangan listrik itu legal atau justru ilegal. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin