Beberapa waktu lalu, sebuah pikap milik Angga, warga Darungan Tempuran, Desa/Kecamatan Sumber, terjun bebas ke jurang. Pikap bermuatan sayur ini terjun ke jurang tak jauh dari Mapolsek Sumber. Syukur, tidak ada korban jiwa.
Namun, kejadian ini membuat sejumlah warga prihatin. Sebab, di jalan yang cukup menantang ini sangat minim dengan rambu-rambu lalu lintas. “Memang di jalur itu sering terjadi kecelakaan. Terutama karena di jalur itu tidak ada pembatas jalan. Padahal, itu jalur utama dari ataupun ke Desa Sumber,” ujar salah seorang warga Desa Sumber, Mita.
Pernyataan Mita diamini oleh anggota Polsek Sumber, Fandi. Menurutnya, di jalur itu memang kurang rambu-rambu lalu lintas. Karenanya, pihaknya berharap ada pembatas jalan, sehingga tidak membuat kendaraan terjun bebas.
“Bagi yang biasa, mungkin enak. Tapi, bagi yang kurang paham jalan sekitar, pasti membahayakan. Kami berharap ada pembatas jalan dari besi seperti di kawasan Mahagoni Park. Karena, di titik rawan itu memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sumber Usman Ali mengatakan, adanya kekurangan rambu lalu lintas di kawasan Sumber sudah lama menjadi perhatiannya. Pihaknya akan mengusulkannya kepada pihak terkait yang membidangi. “Untuk keamanan bersama, nanti akan kami usulkan menambah rambu lalu lintas di sepanjang jalur Sumber,” ujarnya.
Selain karena untuk memberikan keamanan dalam berkendara, juga untuk mengoptimalkan jalur yang dicanangkan menjadi jalur wisata andalan Kabupaten Probolinggo. Yakni, Puncak Pundak Lembu atau P30. “Ini demi menunjang wisata juga. Jadi, semuanya aman,” ujarnya. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin