Dari pantauan radarbromo.co.id, Senin (3/1), lalu lintas di lokasi tersebut memang padat merayap. Hal ini dikeluhkan pengguna jalan. “Kenapa pengaspalan dilakukan siang begini? Ini kan bikin macet,” ujar Wulansari, 27, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran ini. Biasanya, menurut Wulansari, perbaikan jalan dilakukan malam.
Hal yang sama juga diungkapkan beberapa abang becak yang ada di sekitar pasar. Pasalnya, karena ada kegiatan pengaspalan ini, mereka tidak bisa mangkal di dekat Pasar Baru.
“Terpaksa harus cari tempat lain buat nunggu penumpang. Biasanya dekat Istana Optik saya mangkal,” ujar Jono, salah satu tukang becak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Amin Fredy menjelaskan, bahwa jika pengerjaan pengaspalan dilakukan malam hari khawatir hujan.
“Selain itu, juga dalam rangka menjaga suhu aspal. Jika aspalnya kehujanan, suhu panasnya akan turun,” ujarnya. Hal ini akan berdampak pada hasil proyek pengaspalan. “Jika suhu aspal turun, iya bisa berpengaruh. Bahkan, bisa tidak lengket aspalnya,” jelasnya.
Terpisah, Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Kemaji mengatakan, pihaknya hanya menjaga arus lalu lintas untuk mencegah kepadatan kendaraan. “Mohon maaf bila lalu lintas terganggu,” katanya singkat. (put/rf) Editor : Jawanto Arifin