Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo Kapal Mesin (KM) Logistik Nusantara 1 berkapasitas 7.738 gross tonnage (GT) yang mampu menampung 520 kontainer itu, mulai sandar sekira pukul 10.00. Kapal yang dimanfaatkan untuk tol laut Probolinggo itu, berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Koordinator Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Probolinggo Edy Rudy mengungkapkan, kapal yang bersandar perdana ini masih dalam tahap pengenalan kepada pengusaha. Kapal ini bisa segera dimanfaatkan oleh pengusaha untuk pengiriman logistik. Rencananya, pengoperasian tol laut itu akan dilakukan Desember mendatang.
“Masalah biaya atau harga, kami masih belum tahu. Namun yang jelas, harga ditentukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Saat ini masih pengenalan pada para pengusaha. Baik itu yang berada di Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo dan daerah lainnya, jika Probolinggo sudah ada tol lautnya,” terangnya.
Dalam tahap perkenalan itu, kapal tersebut membawa 10 kontainer kosong. Yang mana nantinya bisa diisi dengan bahan bahan seperti logistik dan lainnya, untuk pengiriman. Rutenya, yakni Surabaya ke Tahuna di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan beberapa kali sandar di beberapa pelabuhan. Seperti Probolinggo, Makassar, dan Bitung.
Sementara itu, Direktur PT Delta Arta Bahari Nusantara (DABN) Ahmad Umar mengatakan, dengan adanya pelabuhan bertaraf internasional, maka tola laut juga akan memberikan dampak untuk pengembangan perekonomian. “Harapan saya, pelabuhan Probolinggo bisa mendukung kebijakan pemerintah dalam tol laut,” harapnya.
Tujuan adanya tol laut ini, agar harga komoditas menjadi lebih murah. Mengingat barang-barang yang akan dikirim tak perlu lagi dibawa ke Surabaya “Jika barang-barang di sekitar Probolinggo dibawa ke Surabaya dulu, ada cost-nya. Padahal, dari Surabaya juga melintasi Probolinggo,” jelasnya.
Disinggung mengani akses masuk pelabuhan yang ketat, Umar –sapaan akrabnya – mengaku, hal itu memang sesuai prosedur. Siapapun yang tidak berkepentingan, maka dilarang masuk. Karena itu, bagi pihak manapun yang ingin masuk pelabuhan, harus jelas maksudnya.
“Saya rasa untuk masalah itu semua pelabuhan sama saja. Ada aturan jika yang tidak berkepentingan tidak diizinkan masuk. Namun, bagi yang berkepentingan, ya pasti kami beri akses,” katanya menjamin. (rpd/rf)