=============
Sejak sembilan bulan lalu, RW II, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, mulai dipenuhi tanaman anggur. Banyak warga yang menanam anggur di sana. Bahkan, hampir semua rumah ditanami anggur.
Pertimbangannya sederhana. Kota Probolinggo dikenal sebagai kota mangga dan anggur (manggur). Namun, saat ini populasi buah mangga makin berkurang. Bahkan, populasi buah anggur hampir tidak ada. Boleh dibilang, anggur Probolinggo mulai langka.
“Dengan kondisi ini, warga pun berinisiatif untuk bertanam mangga dan anggur. Dari sana, terciptalah Kampung Manggur itu,” terang Mulyadi, ketua RW II.
Saat digelar lomba Kampung Tematik, Kademangan Bangkit Award 2018, diputuskan untuk mengikutsertakan Kampung Manggur dalam lomba itu. Pertimbangannya, bukan hanya karena banyak warga bertanam anggur. Di tiap sudut kampung, juga ada tanaman anggur. Bahkan, anggur juga ditanam di tepi jalan kampung.
Kebersihan pun terjaga di tiap kebun anggur yang ada. Selain itu, berbagai desain lukisan atau gambar pada jalan dan tembok sengaja dibuat untuk mempercantik kampung.
“Para pemuda dan warga sangat antusias membuat kampung yang lebih hidup. Tentunya semangat ini yang kami butuhkan agar pandangan tentang kampung tak selalu terbayangkan tempat yang kurang bersih atau kumuh,” terangnya.
Selama sembilan bulan itu, warga pun mulai memetik hasilnya. Anggur produksi kampung Manggur kini sudah banyak yang membeli. Ada yang membeli bibitnya, ada juga yang membeli buahnya. “Harganya bervariasi. Tergantung jenis anggurnya,” tuturnya.
Pendek kata, Kampung Manggur di RW II, Kelurahan Triwung Lor, ini tidak hanya jadi sumber ekonomi baru warga. Namun, juga jadi jujukan warga lain untuk membeli anggur.
Tidak heran, Kampung Manggur akhirnya terpilih sebagai nominasi dalam Lomba Kampung Tematik, Kademangan Bangkit Award 2018. Uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, menurut Mulyadi, disepakati untuk dibelanjakan besi. Besi itu akan digunakan sebagai penyanggah di jalan untuk tanaman anggur.
“Kami sepakat uangnya dibelikan besi. Besi itu untuk tempat anggur merambat. Jadi nantinya di setiap jalan kampung ada seperti terowongan buah anggur,” pungkasnya. (rpd/hn) Editor : Muhammad Fahmi