Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pencarian Hari Ketiga, Tak Temukan Tanda Kapal Tenggelam

Jawanto Arifin • Kamis, 25 Oktober 2018 | 15:01 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN - Tiga hari pencarian terhadap tujuh nelayan Kapal Cahaya Bahari Jaya, asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dilakukan. Namun hingga Rabu (24/10), pencarian itu belum membuahkan hasil.

Penyisiran di hari ketiga itu, dilakukan hingga 8 mil dari bibir pantai di perairan Kecamatan Paiton. Mulai pukul 10.00-11.30. Hasilnya masih nihil. Bahkan, Polair menyebut tak menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam.

Kasat Polair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno memimpin langsung pencarian tujuh nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu. Bersama enam anggotanya, Slamet juga saling bertukar informasi dengan nelayan yang sedang melaut. Harapannya, ada informasi tentang tujuh nelayan yang masih misterius tersebut.

Slamet juga mengimbau para nelayan yang sedang mencari ikan jika menemukan atau mendengar kabar adanya jenazah atau petunjuk lainnya mengenai kapal hilang itu, untuk segera menghubungi pihaknya.

“Penyisiran hari ketiga ini kami lakukan sekitar 8 mil dari pantai. Harapannya bisa menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam,” ujarnya.

Namun, hingga sekitar pukul 11.30, pasukan tidak menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam. Sehingga, mereka kembali ke daratan. “Sampai saat ini (Rabu) belum kami temukan adanya tanda-tanda kapal tenggelam. Penelusuran kami hentikan dan akan dilanjutkan besok,” ujarnya.

Slamet mengatakan, idealnya ada tanda-tandanya jika ada kapal tenggelam. Seperti, dari bahan bakar mesin kapal, barang-barang, seperti tutup boks ikan atau yang lainnya. Sampai Rabu, tiada satu pun tanda-tanda tersebut.

Termasuk, di perairan Madura. “Kalau dugaan lainnya kami belum bisa mengira-ngira. Yang jelas hasil dari penelusuran tidak ditemukan adanya tanda-tanda kapal tenggelam,” jelasnya.

Selain itu, Polair menemukan nelayan yang menangkap ikan di alur keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Tembaga. Karenanya, mereka diminta pindah karena menangkap ikan di jalur ini berbahaya.

“Menangkap ikan di pintu keluar-masuknya kapal sangat berbahaya, karenanya kami minta mereka pindah. Kami juga meminta mereka tetap menjaga keamanan, minimal menggunakan pelampung,” ujar Slamet.

Diketahui, 8 nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, hilang kontak Sabtu (20/10) di sekitar perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sehari setelahnya, seorang ABK ditemukan meninggal dunia di perairan Pamekasan, Madura, yakni Rohim.

Sedangkan ketujuh lainnya, yakni Windi, Wahyu, Samsul, Iwan, Giman, Marwan, dan Tomi belum ditemukan. Petugas terus melakukan penyisiran di perairan untuk mencari mereka. (rpd/rud/mie) Editor : Jawanto Arifin
#nelayan hilang #kapal tenggelam #km cahaya bahari jaya #basarnas #satpol air #nelayan tenggelam #penemuan mayat