Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pembacok Penjual Es Dawet di Pakuniran Alami Gangguan Jiwa

Jawanto Arifin • Minggu, 7 Oktober 2018 | 17:04 WIB
Photo
Photo
PAKUNIRAN - Peristiwa pembacokan Kusnadi, 58, penjual es dawet asal Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, membuat geger warga di Desa Kertonegoro. Kusnadi dibacok saat hendak melindungi siswa SD. Dia dibacok Na’im, 45, warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, lantaran Kusnadi menolong siswa yang hampir dibacok Na’im.

Lalu mengapa Na’im tega membacok Kusnadi? Ternyata pelaku Na’im memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa. Hal itulah yang membuat siswa SD yang menjadi pelanggan Kusnadi, ketakutan.

Hal itu juga dibenarkan Kapolsek Pakuniran, Iptu Habi Sutoko. Habi mengatakan, selama ini Na’im diduga mengalami sakit jiwa. Gangguan kejiwaan itu dialaminya sejak 1990. Pada 1992, dia pernah dipasung. Menurut Habi, itu berdasarkan keterangan adik Na’im, Ismail Hasan dan Kepala Desa Kertonegoro, Abdurrahman.

“Dia hanya menjalani pengobatan dari orang pintar atau dukun. Tidak pernah dibawa ke rumah sakit jiwa karena faktor biaya,” ujarnya.

Namun, Habi mengaku masih akan terus mencari dan mengamankan Na’im. Menurutnya, bila Na’im dinyatakan sehat, pihaknya akan terus memprosesnya secarta hukum. Sebab, dia melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan.

Sementara itu, dokter jaga IGD Rumah Sakit Rizani, Fanti Nur mengatakan, kondisi Kusnadi masih bagus dan sadar. Namun, dia harus segera dioperasi. Sebab, banyak mengeluarkan darah. “Lukanya terbuka sepanjang 7 sentimeter hingga ususnya terlihat,” ujarnya. (hil/fun) Editor : Jawanto Arifin
#penjual es dibacok #dibacok orang gila