Lalu mengapa Na’im tega membacok Kusnadi? Ternyata pelaku Na’im memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa. Hal itulah yang membuat siswa SD yang menjadi pelanggan Kusnadi, ketakutan.
Hal itu juga dibenarkan Kapolsek Pakuniran, Iptu Habi Sutoko. Habi mengatakan, selama ini Na’im diduga mengalami sakit jiwa. Gangguan kejiwaan itu dialaminya sejak 1990. Pada 1992, dia pernah dipasung. Menurut Habi, itu berdasarkan keterangan adik Na’im, Ismail Hasan dan Kepala Desa Kertonegoro, Abdurrahman.
“Dia hanya menjalani pengobatan dari orang pintar atau dukun. Tidak pernah dibawa ke rumah sakit jiwa karena faktor biaya,” ujarnya.
Namun, Habi mengaku masih akan terus mencari dan mengamankan Na’im. Menurutnya, bila Na’im dinyatakan sehat, pihaknya akan terus memprosesnya secarta hukum. Sebab, dia melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan.
Sementara itu, dokter jaga IGD Rumah Sakit Rizani, Fanti Nur mengatakan, kondisi Kusnadi masih bagus dan sadar. Namun, dia harus segera dioperasi. Sebab, banyak mengeluarkan darah. “Lukanya terbuka sepanjang 7 sentimeter hingga ususnya terlihat,” ujarnya. (hil/fun) Editor : Jawanto Arifin