Informasi yang dihimpun, Buhori pagi itu mengendarai motor bernopol N 3816 NT sekitar pukul 06.00. Saat sampai di Km 91 atau masuk Jalan raya desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, korban hendak menyeberang ke arah utara dari selatan.
Diduga, korban tak memperhatikan kondisi sekitar. Sebab, saat bersamaan itu melaju bus bernopol L 8945 UU yang dikemudikan oleh Sugeng Mulyono, 36, asal Dusun Polai, RT 04/Rw 03, Desa Wates Tani, Kecamatan Nguling. Bus itu melaju dari arah timur kebarat.
Lantaran jarak terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. “Bus melaju kencang, bus juga sempat melakukan pengereman dan banting stir ke arah kanan. Sayangnya, tabrakan tetap tak terhindarkan,” terang Kasatlantas Polres Probolinggo Kota, AKP Alpo Gohan.
Akibatnya fatal. Buhori mengalami luka di kepala bagian belakang, serta patah tulang di dadanya. Ia pun meninggal di lokasi kejadian.
Beberapa saat kemudian, anggota lantas yang dikontak warga langsung meluncur ke lokasi. Dibantu warga, korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Moh Saleh.
“Kami imbau untuk masyarakat yang hendak menyeberang, paling tidak memerhatikan kondisi jalan. Sehingga mengurangi resiko terjadinya kecelakaan,” jelasnya. (rpd/mie)
Editor : Muhammad Fahmi