ARIF MASHUDI, Dringu
Rumah Danar terletak di Jalan Daendels, utara Pasar Dringu, RT 6/ RW 2, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Di rumah sederhana itu, Danar menekuni hobi dalam hal seni drawing realis pencil.
Danar memang sudah menyiapkan seni drawing realis pencil hasil karyanya. Puluhan hasil karyanya itu ditata rapi di ruang tamunya. Wajar, Danar sudah mengetahui akan kedatangan Jawa Pos Radar Bromo untuk melihat hasil karya seninya.
“Seni drawing realis pencil dulunya tradisional karena peralatan tidak lengkap. Seiring waktu dan perkembangan, pencil banyak jenisnya dan semakin membuat hasil bagus,” kata Danar, anak pertama dari empat saudara itu.
Danar mengaku, jika dirinya memang tidak datang dari background seni lukis. Tapi, seni menggambar menggunakan media kering berupa pensil, membuatnya tertarik. “Jika alatnya itu kering seperti pensil, disebut seni drawing. Kalau alatnya cair seperti cat air, minyak, itu seni melukis,” terangnya.
Ia mengaku, sejak kecil sudah suka menggambar. Nah, baru menekuni seni drawing realis pencil itu sejak kelas II SMK Negeri 2 Kota Probolinggo pada tahun 2015 lalu. Itu, bermula saat dirinya ikut kegiatan ekstra seni rupa di sekolah. Kemudian, dirinya melihat hasil karya seni drawing realis pencil kakak kelasnya yang bagus dan membuat tertarik.
“Sekarang zamannya media sosial. Saya belajarnya otodidak dengan melihat YouTube. Tanpa ada yang mengajari, saya belajar sendiri lewat YouTube itu,” terangnya.
Pria kelahiran Probolinggo, 2 Agustus 1997 itu menjelaskan, alat yang dibutuhkan untuk seni drawing realis pencil sangatlah sederhana. Namun, jika ingin hasil yang lebih maksimal, dibutuhkan banyak jenis pensil. Mulai dari pensil tipis, samar, dan tebal. ”Pakai pensil grafik, pensil kode HB mulai dari terang sampai gelap. Alat itu yang saya pakai,” ujarnya.
Nah, dari situ, Danar jadi sering mengunggah hasil karyanya. Termasuk drawing realis pencil foto-foto artis. Kemudian, hasil karyanya di-uploud dan ke-tag pada artis bersangkutan. Rupanya, banyak yang komen dan like oleh artis itu sendiri. “Awal saya belajar itu, bukan objek manusia atau hewan yang saya gambar. Tapi, berawal dari alat indra manusia seperti hidung, mulut, kuping,” terangnya.
Ditanya soal prestasi yang pernah diterima dari seni drawing realis pencil? Danar mengaku tahun kemarin, bulan Juli, pernah ikut lomba Drawing Tiger di Facebook, Kebetulan saat itu ramai dibicarakan masa punahnya harimau di Indonesia. Meski tidak dapat juara I, dirinya jadi juara favorit dengan menggambar harimau. “Pesertanya banyak yang ikut, 100 peserta lebih dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, dikatakan Danar, dirinya awal tahun 2018 ikut lomba dengan objek yang telah ditentukan oleh panitia. Yakni, berupa wajah ada airnya. Lomba yang diadakan lewat Instagram itu, dirinya mendapatkan juara III.
Danar mengaku, untuk membuat seni drawing realis pencil satu orderan itu membutuhkan waktu paling cepat 4 jam. Itu pun jika objeknya tidak rumit. Tetapi, saat objeknya rumit dan banyak, itu sampai seminggu. “Alhamdulillah, sambil mencari pekerjaan dengan melamar pekerjaan. Saya gunakan waktu luang saya dengan melayani orderan seni drawing realis pencil,” terangnya. (rf) Editor : Jawanto Arifin