Yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Dan, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. BPS Kota Probolinggo mencatat deflasi di dua kelompok ini setelah memantau 323 komoditas inflasi.
“Selama Lebaran di bulan Juni, ada kenaikan untuk transportasi. Seperti tarif bus antarkota , tarif kendaraan travel, carter, dan rental. Tapi, masuk bulan Juli, tarif-tarif ini turun. Sehingga, menyumbang deflasi,” ujar Moch Machsus, kasie Statistik dan Distribusi di BPS Kota Probolinggo.
Penurunan harga di dua kelompok ini, membuat inflasi di Kota Probolinggo jauh lebih kecil dibandingkan bulan Juni. “Pada bulan Juni, inflasi mencapai 0,73 persen. Kalau Juli hanya tercatat 0,06 persen,” jelasnya.
Sementara itu, di bulan Juli ini, ada lima kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi. Yaitu, kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Lalu, kelompok sandang, kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.
“Sedangkan untuk komoditas penyumbang inflasi di bulan Juli yaitu telur ayam ras, bensin, tomat sayur, daging ayam kampung, dan daging ayam ras,” jelasnya.
Namun, berdasarkan pantauan BPS, di awal Agustus ini sejumlah komoditas pangan penyumbang inflasi telah mengalami penurunan harga. “Seperti telur yang sempat mencapai Rp 30 ribu per kilogram, sekarang kisaran Rp 20 ribuan per kilogram. Daging ayam yang sempat Rp 40 ribuan per kilogram, sekarang di bawah Rp 40 ribu,” jelasnya. (put/hn) Editor : Jawanto Arifin