LECES, Radar Bromo - Genangan air masih menutup ruas jalan di Dusun Plerenan, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, hingga Kamis (5/3) siang.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berjibaku memompa air agar genangan segera surut.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi, ketinggian air di jalan desa tersebut masih cukup tinggi, sehingga membuat arus lalu lintas terganggu.
Meski demikian, banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang tetap nekat menerobos genangan.
Akibatnya, puluhan sepeda motor dilaporkan mogok karena mesin kemasukan air.
Salah satunya dialami Yanto, 48, warga Desa Sumberkedawung. Sepeda motor yang dikendarainya mendadak mati setelah melintasi genangan air.
Ia mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut untuk menuju tokonya di wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
“Soalnya tiap hari memang lewat sini. Kemarin (4/3) juga mati motor saya karena nerabas banjir. Akhirnya saya dorong sampai ke rumah, kira-kira satu kilometer,” katanya.
Menurut Yanto, kondisi genangan pada Kamis (5/3), sudah lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya.
Meski demikian, genangan masih cukup dalam sehingga tetap berisiko bagi kendaraan bermotor.
Ia menambahkan, sebenarnya ada jalur alternatif yang dapat dilalui pengendara, yakni melalui jalan Pasar Leces.
Namun pada hari tersebut jalur ini mengalami kemacetan, karena bertepatan dengan hari pasaran kambing.
“Tapi karena hari ini ada pasaran kambing di Pasar Leces, jalannya macet. Mau memutar lewat Desa Kerpangan juga bisa, tapi jaraknya lebih jauh dan waktunya bisa dua kali lipat,” jelasnya.
Nasib serupa juga dialami Muchlas, 50. Sepeda motor yang dikendarainya juga mogok setelah menerjang genangan air saat hendak menuju Pasar Leces untuk berbelanja.
“Mungkin ada air yang masuk ke mesin. Ini saya dorong sampai pasar, barangkali nanti bisa nyala lagi,” ujarnya.
Pengendara lain, Taufiyatun, 36, warga Desa Tigasan Kulon, juga mengalami hal serupa.
Sepeda motor matik miliknya mendadak ngadat setelah melintasi genangan saat hendak membeli obat di apotik sekitar lokasi.
“Mana saya perempuan, tidak tahu mesin. Akhirnya saya bawa ke bengkel, habis Rp 50 ribu memperbaiki mesinnya,” tuturnya.
Petugas BPBD Provinsi Jawa Timur, Hayat mengatakan sejak Rabu (4/3) hingga Kamis (5/3) sudah puluhan sepeda motor yang mengalami mogok akibat memaksa menerobos genangan.
“Paling banyak motor bebek yang kemasukan air, tapi ada juga motor matik yang macet,” urainya.
Selain melakukan penyedotan air, petugas BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Probolinggo juga membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat terendam air.
“Kami membantu mendorong motor yang macet dan juga mengarahkan pengendara untuk lewat jalur lain yang lebih aman,” tandasnya.
Menurut Hayat, ketinggian air di ruas jalan tersebut masih mencapai sekitar 50 sentimeter.
Oleh karena itu, petugas terus melakukan penyedotan menggunakan pompa agar genangan segera surut.
“Airnya kami pompa keluar supaya cepat surut dan pengendara bisa melintas dengan lebih aman dan nyaman,” sampainya. (gus/one)
Editor : Jawanto Arifin