PEMERINTAH Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, secara berkala memetakan infrastruktur dan bangunan yang kondisinya masih belum layak. Karenanya, tahun ini jalan poros dan gedung pertemuan menjadi sasaran utama pembangunan desa.
Kondisi jalan nyaman menjadi kebutuhan utama. Jalan bukan hanya sebagai infrastruktur penghubung antardusun dengan pemukiman atau fasilitas lainnya yang ada di desa. Tetapi, juga menjadi salah satu syarat pemerataan pembangunan desa, sebab wilayah dapat dijangkau dengan mudah.
Tak heran bila setiap tahun Pemerintah Desa Negororejo selalu berupaya meningkatkan kualitas jalannya. Khususnya jalan yang memiliki banyak fungsi dan penggunanya tinggi.
“Kami telah berkomitmen setiap tahunnya pembangunan jalan akan dilakukan. Saat ini, kami prioritaskan untuk membangun jalan poros desa khususnya yang menuju lahan pertanian,” kata Sekretaris Desa Negororejo Syahril Fahrizal.
Pemerintah desa saat ini sedang membangun jalan rabat beton sepanjang 275 meter di RT 5/RW 3, Dusun Krajan. Jalan ini merupakan akses menuju lahan pertanian warga. Melalui ruas jalan ini, dapat dijangkau lahan pertanian seluas 15 hektare.
“Saat ini masih tahap pembangunan, mungkin persentasesnya sudah 80 persen. Jika pembangunan sudah selesai, maka dapat memangkas biaya operasional petani. Hasil yang diperoleh juga menjadi lebih banyak,” ucapnya.
Pemerintah desa saat ini juga membangun gendung pertemuan yang berada di RT 5/RW 3, Dusun Krajan. Memiliki ukuran 9 x 4 meter yang terbagi menjadi dua ruangan. Gedung ini dibangun untuk kegiatan tertentu. Seperti pertemuan dan rapat PKK, rapat perangkat desa, dan rapat lainnya yang memerlukan tempat tertutup.
“Gedung pertemuan memang dibutuhkan. Sebab, selama ini kami masih belum memiliki gedung khusus yang difungsikan untuk pertemuan. Pembangunan sudah mencapai 95 persen, saat ini tinggal finishing saja,” bebernya.
Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
Belum meratanya kebutuhan air bersih turut menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Negororejo. Karena itu, pipanisasi air bersih menjadi pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Pipanisasi air menjadi salah satu program berkelanjutan pemerintah desa. Sebab, masih ada dusun yang belum terjangkau air bersih.
“Pemerintah desa memperhatikan air bersih yang ada di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Dari laporan dan pemetaan perangkat desa, masih ada beberapa dusun belum teraliri air. Jadi, program pipanisasi kami lakukan,” ujar Sekretaris Desa Negororejo Syahril Fahrizal.
Tahun ini pemerintah desa telah merencanakan pipanisasi air bersih sepanjang 3 kilometer. Lokasinya mencakup dua dusun. Dusun Kunci dan Dusun Genting. Lokasi ini menjadi wilayah penyambungan pipa air bersih, karena ketersediaan air bersih masih cukup terbatas. Bahkan, ada beberapa kepala keluarga yang belum menikmati air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terpaksa mengambil air menggunakan jeriken kemudian ditampung dalam tong untuk kebutuhan sehari-hari. Dua dusun tersebut memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Terdapat 350 KK bertempat tinggal di wilayah setempat. Sehingga, kebutuhan air bersihnya harus terpenuhi.
“Air bersih tersebut langsung disalurkan dari sumber air dari Air Terjun Madakaripura. Air bersih sangat penting untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari. Kami permudah pemenuhannya dengan pipanisasi,” bebernya.
Syahril Fahrizal mengatakan, program pipanisasi ini dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pertimbangan kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan utama.
“Desa memiliki wilayah yang cukup luas. Pipanisasi memang perlu dilakukan secara bertahap. Dimulai dari wilayah yang berdekatan dengan sumber air di Air Terjun Madakaripura. Kemudian, diperluas hingga wilayah pelosok desa,” jelasnya. (ar/rud/*)
Editor : Jawanto Arifin