KRAKSAAN, Radar Bromo- Menjelang pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, nama-nama kandidat calon ketua mulai bermunculan.
Sejak Jumat (29/8), PDI-P menggelar rapat pimpinan anak cabang (PAC) untuk menjaring aspirasi usulan calon ketua DPD, maupun DPC.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sedikitnya ada 11 nama kader yang masuk dalam bursa calon ketua.
Dari jumlah itu, empat nama tercatat memiliki dukungan signifikan dari sejumlah PAC. Adapun tiap PAC mengusulkan tiga nama atau kandidat.
Peringkat teratas ditempati Abd Basid yang diusulkan 19 PAC, disusul Khairul Anam diusulkan 15 PAC.
Keduanya merupakan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI-P.
Selanjutnya, Zulmi Noor Hasani diusulkan 11 PAC. Zulmi merupakan putra mantan Bupati Hasan Aminuddin. Zulmi juga mantan calon bupati (Cabup) di Pilbup Probolinggo), serta Arief Hidayat diusulkan 9 PAC.
Sisanya tersebar pada tujuh kader lainnya dengan jumlah dukungan lebih sedikit.
Sekretaris DPC PDI-P Ahmad Didik Irfan membenarkan rapat PAC yang digelar sepekan terakhir. Namun, ia enggan berkomentar banyak terkait nama-nama yang muncul.
“Modelnya tetap top down, penjaringan tetap bottom up. Keputusannya nanti ada di DPP,” tegasnya.
Abd Basid, salah satu kader dengan dukungan terbanyak menyebut, proses penjaringan berjalan di masing-masing kecamatan. Ia tidak menampik namanya masuk dalam bursa calon Ketua DPC.
“Alhamdulillah, penjaringan sudah dilakukan di masing-masing kecamatan dan berjalan sukses,” ujarnya.
Meski begitu, Basid menegaskan bahwa hasil akhir tetap akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P melalui proses penyaringan.
“Jadi masih ada proses selanjutnya. Pada akhirnya, tergantung DPP siapa yang akan menakhodai PDI Perjuangan di Kabupaten Probolinggo. Semua proses akan kami lalui. Jadi tidak ada kalah, tidak ada menang. Semua kami serahkan ke DPP,” terangnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi