PURWOSARI, Radar Bromo –Ketegangan antara PKB dengan PBNU belum berakhir. Manuver PKB memecat sepihak 2 caleg DPR RI terpilih bukan sekadar kabar burung.
Dua caleg terpilih itu merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan pengurus PBNU.
Yang pertama yakni Achmad Ghufron Sirodj yang merupakan sekretaris pribadi ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Yang kedua, yakni Irsyad Yusuf yang merupakan adik kandung dari sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang kini juga menjadi Menteri Sosial.
Pemecatan itu diperkuat ketika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengajak para caleg DPR RI terpilih jalan-jalan pagi mengawali kegiatan orientasi legislatif di Kompleks Parlemen DPR RI Sabtu (14/9). Tak nampak kehadiran Irsyad.
Mantan Bupati Pasuruan dua periode tersebut pun mengaku sudah mendengar informasi pemecatan dirinya.
Dan itu berimbas pada karir politiknya yang terancam tak dilantik sebagai anggota parlemen.
Padahal agenda pelantikan DPR RI periode 2024-2029 bakal digelar 1 Oktober mendatang.
”Dalam pemahaman kami, pada pemilu kita yang menganut sistem proporsional terbuka, artinya suara rakyat harus dihormati,” kata Gus Irsyad –sapaannya- saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.
Bukan Irsyad saja, anggota DPR RI terpilih dari dapil Jatim IV Kabupaten Jember dan Lumajang, Achmad Ghufron Sirodj juga terancam tak dilantik dan diganti setelah dipecat partai.
Karena itu, Irsyad mengaku akan menempuh upaya hukum terhadap keputusan partainya.
”Saya harap KPU juga tidak gegabah memproses permohonan pergantian caleg terpilih. Karena saya sendiri belum pernah diklarifikasi oleh partai, jadi tidak ada alasan yang jelas,” katanya.
Upaya hukum yang akan ditempuh bisa melalui majelis tahkim selaku mahkamah partai maupun lembaga peradilan.
Bagi adik kandung Sekjen PBNU Saifullah Yusuf itu, langkah itu bukan semata demi mempertahankan kedudukannya sebagai anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jatim II Pasuruan dan Probolinggo.
”Ini bentuk tanggung jawab saya kepada masyarakat yang telah memilih dan menitipkan aspirasinya kepada saya melalui proses pemilu,” kata dia.
Terpisah, Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi.
Bahkan, ketika Jawa Pos Radar Bromo menghubunginya kembali melalui pesan singkat Sabtu (14/9), tidak aktif.
Tak berbeda dengan Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Pasuruan Hindun Anisah. Politisi yang sekarang menduduki Sekretaris Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB itu pun tak merespon ketika dikonfirmasi pemecatan Irsyad Yusuf dari partai. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi