BANGIL, Radar Bromo – Politisi senior PKB Shobih Asrori mendapat panggilan dari partainya di tengah rumor bahwa dirinya merupakan bakal calon wakil bupati dari M. Rusdi Sutejo pada Pilbup Pasuruan. Dia dipanggil Dewan Syura DPC PKB Kabupaten Pasuruan untuk tabayun.
Ketua Dewan Syura DPC PKB Kabupaten Pasuruan K.H. Mujtaba Abdusshomad mengatakan, tabayun itu perlu untuk mendengar keterangan Gus Shobih secara langsung. Apakah benar dia akan berangkat dengan Rusdi yang dicalonkan oleh Gerindra sebagai bakal calon bupati.
Gus Taba -sapaan Kiai Mujtaba mengibaratkan, dewan syura sebagai orang tua. Maka sangat wajar apabila memanggil anaknya, terlebih yang sedang diperbincangkan banyak orang.
”Makanya bukan tanfidz yang memanggil. Dewan syura menempatkan diri sebagai orang tua. Saya ingin mendengar langsung dari Gus Shobih,” kata dia.
Tabayun sendiri dilakukan di kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/8). Yaitu di Graha Addakhil Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, Gus Taba mengaku tak banyak bicara. Melainkan lebih banyak mendengar.
Menurutnya, apa yang dihadapi Gus Shobih sebenarnya hal yang lumrah dalam politik. Pihaknya juga tidak ingin mempermasalahkan. Apalagi sampai menghakimi.
”Ini bukan ajang penghakiman, hanya tabayun. Jadi tidak ada keputusan apapun. Keliru kalau kami melangkah sejauh itu,” jelas Gus Taba.
Tetapi persoalannya akan berbeda, ketika Gus Shobih sudah mengambil sikap. Misalnya, mendeklarasikan diri sebagai bacawabup hingga mendaftar di KPU. Bila begitu, kata Gus Taba, partai tentu akan mengambil sikap juga.
”Kalau dari keterangan beliau, wong namanya politisi ya setiap omongannya enak didengar. Tapi kami berpesan, kalau bisa jangan. Kita bareng-bareng saja,” beber Gus Taba.
Gus Taba sendiri mengakui bahwa Gus Shobih merupakan salah satu kader PKB yang cukup senior. Karena itu, ia juga enggan menasehati konsekuensi yang harus diterima apabila tidak segaris dengan keputusan partai.
”Kalau memang sudah daftar ke KPU, otomatis akan mengundurkan diri. Beliau sangat paham aturan partai, tidak perlu dipecat. Tetapi, harapan kami, mudah-mudahan ndak lah,” pungkasnya.
Sebab, bila benar maju bersama Rusdi, dipastikan Gus Shobih akan berhadapan dengan partainya sendiri.
Sebab, sejak awal PKB sudah mengeluarkan surat tugas kepada K.H.A. Mujib Imron sebagai bakal calon bupati.
Kendati demikian, Gus Shobih selama ini bergeming. Ia hanya merespons namanya yang masuk dalam bursa bacawabup Partai Gerindra dengan santai. ”Kalaupun terjadi, itu kan hak politik saya,” katanya.
Tetapi, ia menegaskan bahwa partainya juga tidak bisa serta-merta mengambil keputusan. Lebih-lebih, Gus Shobih mengaku tak melakukan manuver apapun. Hanya saja, ia menghormati apabila hari ini Gerindra meliriknya sebagai salah satu figur bacawabup.
”Selama belum deklarasi, belum daftar, ya belum bisa dikatakan calon. Dan partai mau memecat juga harus normatif prosedurnya. Begitu juga saya, masak tidak ada apa-apa, tiba-tiba harus mundur,” katanya.
Alih-alih mundur, Gus Shobih menunjukkan dirinya yang mendapat undangan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan pekan depan. Itu artinya, dirinya masih berstatus sebagai kader PKB.
Karena itu, Gus Shobih sama menghadiri undangan partainya untuk tabayun. Ia ingin menunjukkan kedatangannya di Graha Addakhil Kraton sebagai sikap seorang politisi sejati.
”Tentu kalau diundang partai sendiri, saya datang. Kalau tidak datang itu pengecut namanya. Saya sampaikan apa adanya. Sikap saya akan jelas ketika sudah ada hitam di atas putih,” beber politisi asal Wonorejo itu.
Dia juga menegaskan bahwa dirinya merupakan kader paling lama di PKB. Bahkan, Gus Shobih juga berani buka-bukaan bahwa selama ini dirinya kader yang tak pernah mbelot.
Sebab itu, dia cukup risih apabila dalam momentum politik hari ini ada yang mencibirnya sebagai pengkhianat partai.
”Sejak berdirinya PKB sampai sekarang, saya ini kader yang tidak pernah menggak-menggok,” tandasnya. (tom/hn)
Editor : Achmad Syaifudin