Sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), SMKN 1 Grati terus menancapkan taringnya dalam dunia pendidikan vokasi. Melalui statusnya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sekolah ini berhasil mengintegrasikan program unggulan SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) dengan sistem Teaching Factory (TeFa) di seluruh kompetensi keahlian yang ada.
--------------------
Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan global terkait ketahanan pangan. Sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah menjadi laboratorium kewirausahaan yang bernilai ekonomi. Program ini dikembangkan secara kolaboratif, melalui koordinasi matang antara manajemen sekolah, guru, serta ketua kompetensi keahlian.
Kepala SMKN 1 Grati Nisful Laily menjelaskan, keunikan program SIKAP terletak pada keterlibatan aktif setiap jurusan. Masing-masing kompetensi keahlian, diberikan tanggung jawab penuh untuk mengelola area kebun tematik di depan kelas mereka, dengan konsep yang disesuaikan dengan karakteristik bidang kejuruan.
"Peserta didik bersama guru pendamping, melakukan seluruh proses secara mandiri. Mulai dari perencanaan, penanaman, perawatan, pemanenan, hingga strategi pemasaran hasil kebun. Ini adalah bentuk nyata dari Pembelajaran Mendalam (PM) dan KKA yang kontekstual," jelas Nisful.
Selain kebun tematik produktif, unit produksi SMKN 1 Grati juga diperkuat oleh sektor peternakan dan perikanan. Meliputi budi daya ayam petelur, ayam pedaging, hingga pembenihan ikan lele. Sektor-sektor ini dikelola secara professional, sebagai miniatur dunia industri di lingkungan sekolah.
Melalui ekosistem ini, siswa tidak hanya ditempa untuk menguasai keterampilan teknis (hard skills), melainkan juga diajarkan manajemen bisnis penunjang. Mereka belajar menyusun perencanaan produksi, pemeliharaan berbasis teknologi, pengolahan pascapanen, hingga pengelolaan keuangan dan akuntansi sederhana.
"Tujuan besarnya adalah membentuk karakter kerja atau soft skill siswa agar disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki mental wirausaha yang kuat, sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja atau membuka lapangan usaha sendiri," tambah Nisful.
Implementasi program SIKAP, membawa dampak yang masif bagi seluruh ekosistem sekolah. Bagi siswa, program ini mempertajam kepekaan terhadap lingkungan hidup, mengasah jiwa kepemimpinan, dan kerja sama tim. Sementara bagi guru, program ini mendorong inovasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang lintas disiplin ilmu.
Guna menjaga konsistensi dan kualitas program, SMKN 1 Grati rutin menggelar monitoring. Serta, evaluasi berkala melalui observasi lapangan, pelaporan progres, hingga ajang kompetitif berupa Lomba Kebun SIKAP antarjurusan. Budaya kompetisi yang positif ini, terbukti berhasil memicu kreativitas tanpa batas dari para guru dan siswa.
Dengan fleksibilitas pengelolaan anggaran sebagai sekolah BLUD, serta komitmen inovasi yang berkelanjutan, SMKN 1 Grati kini tidak hanya sukses mencetak lulusan yang siap kerja. Tetapi juga siap menjadi pelopor ketahanan pangan yang kompetitif di masa depan. (unt/one/*)
Editor : Muhammad Fahmi