Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

MTs Zainul Hasan Genggong; Dari Pesantren Menuju Dunia, Siapkan Generasi Unggul

Jamaludin Uno • Selasa, 30 Juni 2026 | 07:48 WIB

 

BELAJAR: MTs Zainul Hasan Genggong menyiapkan 8 program pembelajaran.
BELAJAR: MTs Zainul Hasan Genggong menyiapkan 8 program pembelajaran.

 

MTs Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus berkomitmen mencetak generasi bangsa yang cerdas, unggul, dan berkarakter guna menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Komitmen tersebut sejalan dengan visi madrasah.

 

TERWUJUDNYA insan saleh dan salehah, terampil, inovatif, mandiri, edukatif, berwawasan global, serta berakhlakul karimah (Teristimewa) menjadi visi MTs Zaha. Karena itu, madrasah terakreditasi A ini terus berinovasi dalam  bidang pendidikan guna meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik.

Sejauh ini, madrasah di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong tersebut telah menghadirkan enam program pembelajaran. Yakni, Program Agama, Bahasa, IT, Sains, Seni, serta program terbaru International Class Program (ICP).

Kepala MTs Zaha Genggong K.H. Mohammad Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. menjelaskan, setiap program dirancang untuk memberikan pendalaman sesuai spesifikasinya. Namun seluruh peserta didik tetap mendapatkan materi keagamaan dan pelajaran umum sebagai bekal yang utuh.

K.H. Mohammad Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd.
Kepala MTs Zainul Hasan Genggong
K.H. Mohammad Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Kepala MTs Zainul Hasan Genggong

 

“Kami ingin menunjukkan MTs Zainul Hasan Genggong memiliki berbagai program pembelajaran yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan masa kini tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Terkait ICP, Gus Boy menjelaskan, program yang mulai dibuka sejak tahun lalu tersebut merupakan amanah dari Universitas Negeri Malang (UM). Program ini mengadopsi kurikulum Cambridge dari Inggris yang berfokus pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, sains, dan matematika.

“Dalam proses pembelajarannya, sekitar 90 persen menggunakan bahasa Inggris, Terutama dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Untuk memperkuat program tersebut, dalam waktu dekat pihak madrasah juga akan melakukan nota kesepahaman dengan Universitas Negeri Malang. Sekaligus membahas sejumlah syarat dan ketentuan agar program dapat berjalan sesuai dengan karakteristik pendidikan di MTs Zaha.

“Kami memiliki kurikulum pesantren dan kurikulum nasional. Kehadiran program internasional ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kami berupaya memadukan seluruh kurikulum tersebut agar dapat berjalan selaras dan saling melengkapi,” ungkapnya.

Sebagai madrasah dinaungan pesantren, MTs Zaha juga konsisten menanamkan berbagai pembiasaan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Dalam kesehariannya, seluruh siswa dibiasakan melaksanakan salat Duhur berjemaah. Dilanjutkan kuliah tujuh menit (Kultim).

Sejumlah siswa belajar memainkan alat musik tradisional.
Sejumlah siswa belajar memainkan alat musik tradisional.

 

Peserta didik juga dibiasakan menjaga kesucian diri dengan berwudu dua hingga tiga kali selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuannya, menghindari kontak fisik atau bersalaman dengan lawan jenis. Seperti santri putri dengan ustaz maupun santri putra dengan ustazah.

“Menjaga wudu ini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan akhlakul karimah. Juga agar peserta didik lebih fokus serta lebih mudah dalam menimba ilmu selama proses pembelajaran” katanya.

MTs Zaha juga menjadi salah satu madrasah yang menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) melalui Layanan Individu Peserta Didik Cerdas Istimewa (LIPDCI).

“Di internal madrasah, program ini kami sebut SPIL atau Speed Taklim. Muatan pembelajarannya sama dengan program lainnya, hanya saja disusun lebih padat karena masa studinya ditempuh dalam waktu dua tahun,” pungkasnya. (uno/rud/*)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#mts zainul hasan #pajarakan #genggong #probolinggo